Sebagai orang indo yang ga pernah mijak benua amerika utara, argumen “jangan pakai nama diluar ras lu” dalam konteks syscourse itu ga masuk akal.
Kadang ada tuh argumen kek “kalau lu bukan orang jepang lu gaboleh pakai nama jepang. Kalau lu fictive dari anime lu mesti ganti nama karena itu budaya tertutup. Lu rasis kalau lu ga ganti nama gituan” atau semacam itu. Kalau dijelasin, alasannya biasa balik lagi ke bagaimana orang kulit putih (kemungkinannya di amerika serikat doang) lebih direspect kalau “nyolong” nama orang luar sementara yang etnis lain ditindas. Oke, tapi di indo konteks ini tidak bisa dipakai.
Trus kalau ngomongin masalah ini, pasti selalu karena orang putih pakai nama jepang atau mandarin.(Hampir) tak pernah nama diluar 2 bahasa itu. Dan tak pernah gubris kalau yang ngelakuin itu bukan orang putih. Itu juga bukan bahasa dari budaya tertutup. Lebih lagi, perasaan lebih sering dengar orang luar amerika serikat mikir ini fine-fine aja karena cuma nama, kita semua ada masalah yang lebih mendesak daripada penggunaan nama.
Trus kalau seandainya orang indo kayak kami ini disuruh ganti nama kayak gitu, yang nyuruh ini terimanya nama kayak gimana? Apa mereka tau nama indo itu gimana aja? Atau justru mereka tak terima karena mereka anggap kami itu orang putih, trus disuruh harus pakai nama barat? Atau mereka anggapnya seluruh indo itu cuma ada 1 suku, jadi yang pakai nama khas suku tertentu pun kena semprot karena namanya tidak terdengar cukup “indonesia”? Apapun pilihannya, lah kok ngatur? Itu niatnya emang beneran buat bantu poc atau cuma biar lu bisa ngerasa paling benar? Lu emang bisa tau kah seseorang di internet itu pasti dari etnis tertentu? Emang lu bisa tau nama dia itu pasti dari negara A dan bukan B? Lu bisa sebut berapa negara di asia? Lu tau asia tenggara gak?
Kalau mau negur orang putih yang beneran rasis ngaku-ngaku poc padahal bukan, paling bagus itu lihat dari kelakuan dia, bukan dari nama dia. Kalau lihat nama doang, masalahnya ga bakal selesai, bisa salah target juga, ntar lu terlihat kayak gak pernah lihat dunia. Plis, kalau mau bikin opini, utamakan dengar dari banyak sumber, sumbernya juga harus beragam. Jangan mentok ambil opini orang amerika serikat doang.
Sincerely, a system who very rarely sees indonesia being acknowledged in english-speaking spaces and is very tired of some of the discourse topics in the community