hari ini memutuskan untuk berani keluar kandang, dengan tujuan ke pasar tradisional. apalagi kalau bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari plus persiapan satu-dua syawal. sejak jauh hari sudah dipikirkan matang-matang, apa saja sisi baik/buruknya bergumul di pasar di saat seperti ini. enggak ada baik-baiknya, selain kulkas terisi penuh bahan makanan sampai satu-dua syawal berakhir. juga memikirkan, pun kalau harus ke pasar apa saja yang harus dipersiapkan untuk tetap merasa safety dan healthy sepanjang bergumul dengan pembeli lainnya, penjual dan dedek penjaja diri (kuli panggul). kata nyokap, hindari ke pasar di jam-jam ramai. pagi sampai menjelang dzuhur, misalnya. okay, ke pasar jam dua siang dan benar saja, sepi 🥺 kata nyokap lagi, cari kios penjual yang sepi dari pembeli. biasanya letaknya jauh di dalam atau ke arah belakang pasar. alhasil, parkir kendaraan sengaja tidak dipinggiran pasar, masuk jauh ke belakang pasar dan benar saja, sepi 😭 sambungnya lagi, utamakan beli bahan makanan yang sulit didapatkan di swalayan. setidaknya swalayan masih bisa beli bahan-bahan makanan dengan sistem delivery. sepulang dari pasar, sterilkan diri dengan mandi, cuci bilas baju yang dikenakan ketika ke pasar. sudah siap menyambut satu-dua syawal 1441 hijriah, tapi tidak sanggup melepas ramadan yang masih dalam genggaman. 29 ramadan, malam ganjil terakhir. semoga allah kabulkan semua harap ummat di seluruh dunia, pandemi segera berlalu dan ramadan tahun esok, allah perkenankan kami semua untuk kembali tertemu dengan iman dan amal yang jauh lebih baik dari saat ini. belum benar-benar pisah, tapi pilu sesak karena rindu sudah sampai ke rongga dada. عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى [hr. tirmidzi, no. 3513 dan ibnu majah, no. 3850] #29ramadan https://www.instagram.com/p/CAdLD8fjxT5EmJ3LtN3r0Zc3sssvMRS73BC6gM0/?igshid=160vrynkg23q









