Menjadi orang tua, memang bukan pekerjaan yang mudah. Pekerjaan ini bisa dibilang paling abadi dari pekerjaan profesional lain sekalipun. Bener gak sih? . . Setelah jadi orangtua, barulah kita tau alasan kenapa ortu kita sayang banget sama kita. Kenapa ortu nasehatin ini-itu. Kenapa ortu ngasih larangan dan ngatur segala macem. Kenapa ortu begitu posesif membela kita walau tau sebenarnya kita yang salah. Dan, kenapa-kenapa-kenapa lainnya? . . Pada titik ini, kita sebagai parents yg newbe, jadi reflektif sendiri dan bangga dengan ortu masing-masing. Gila ya, hebat banget ibu bapak gue karena bisa menjadikan aku seperti sekarang. Let say, keren ya ortu bisa ngebesarin kita sampe sekolah tinggi, nikah, punya anak, tanpa asisten RT, misalnya. Di saat sekarang, ortu muda, butuh banget lho asisten buat ngasuh anak-anaknya. . . Baby sitter lah, day care lah, kelompok bermain lah, apapun itu yg ortu kekinian lakukan. Dulu, ortu kita handle itu semua sendiri. Tanggung jawab sepenuhnya! Ini baru contoh se-kuku-jari-yang-item aja sih gais.. . . Gak sih. Bukan buat mencari kelemahan ortu jaman sekarang atau masa lalu. Poinnya adalah, orangtua selalu punya cara masing-masing untuk membangun keharmonisan rumah tangganya, termasuk ngasuh dan ngasih anak. Menjadi orangtua kan dinamis. Bukan sebuah perlombaan yang harus bagus-bagusan, atau dibeda dan bandingkan. Come on... . . Yuk, berhenti men-judge ortu-ortu di luar sana, termasuk menghakimi diri sendiri yang sepertinya kurang baik jadi orang tua. Please, You did goodjob, hai orangtua-orantua keren!!! Kita bukan orang yang pantas memberikan vonis sosial itu kali gais. . . Asek. . Udah ah. . . 📷 by my lovely @poertrysnr . . . @30haribercerita #30bc2006 #30haribercerita https://www.instagram.com/p/B6-IHVXhCb7/?igshid=b50ceu2l994e














