Sushi. Hari ini aku mau cerita tentang sushi. Sementara jangan bahas tentang cinta, apalagi kenangan yang membuat hatiku terluka. Sushi menjadi makanan favoritku sejak kakakku memilihnya sebagai primadona di tugas kewirausahaan. Saat itu pertama kalinya aku makan sushi yang dibeli di restoran Jepang, bukan sushi rumahan. Apa kalian tahu yang ku maksud sushi rumahan? Gulungan nasi yang berisi telur dadar dan tumis kangkung, lalu diselimuti dengan nori. Itu sushi rumahan versiku, yang tak pernah dibuat lagi untuk kedua kali. Sushi yang kuabadikan ini dibeli sebagai bentuk perayaan ulang tahunku beberapa bulan yang lalu. Yang menurutku sebagai hadiah terbaik dari rekan kerjaku sepanjang aku bekerja di sini. Di tahun-tahun sebelumnya, aku hanya mendapat ucapan dan kue perayaan pada umumnya. Tapi, di tahun ini banyak hadiah mengejutkan yang aku terima. Salah satunya adalah sushi. Di tahun ke empat aku bekerja, sepertinya hanya satu orang yang bisa mengingat makanan kesukaanku. Dan bodohnya, aku baru menyadari itu ketika aku di mutasi ke divisinya. Kami belum berteman dekat, jarang sekali bicara. Hanya sesekali membicarakan tentang keseharian, pekerjaan, dan pasangan. Tapi, bisa-bisanya dia mengingat makanan yang selalu ingin ku makan, perlu digarisbawahi, selalu. Aku sangat berterima kasih atas perhatiannya yang tulus, dan aku mendoakan dia, semoga selalu diberi kasih sayang dan kesehatan untuk terus merasakan kebahagiaan. Kebaikannya pasti terganti, sekarang, besok, atau suatu hari nanti. Aamiin. #30DJ #30DJ5 #30DJ5Day05 #30DJ5Cluster5 #kaLIMAtmantra https://www.instagram.com/p/CfoOG2UFRuR/?igshid=NGJjMDIxMWI=













