2 Tahun
Hari-hari normal aku jalani seperti biasanya. Mencoba membiasakan diri tanpa dirinya. Toh, aku juga bukan siapa-siapa bagi dirinya melainkan seorang teman baik. Tahun pertama kuliahku aku masih banyak berkomunikasi dengan dirinya. Bahkan, di ulang tahun ku yang ke-18 pun ia menyempatkan menelponku untuk sekedar mengucapkan selamat. Saat itu malam hari, aku sedang di mobilbersama kedua orang tuaku. Telpon dari dirinya masuk dan aku pun berbincang sejenak dengan dirinya. Selalu terselip darinya, salam untuk kedua orang tuaku.
Kira-kira Juli 2018, akhirnya hubungan dia dan si Perempuan berakhir. Apa boleh buat, aku sangat menyayangkannya karena aku sangat yakin bahwa si Perempuan adalah orang yang tepat baginya. Mereka yang tahu yang terbaik untuk keduanya, aku hanya bisa mengamini doa-doa baik untuk keduanya.
Tidak lama setelahnya, aku yang masih berada di perantauanku untuk bekegiatan kedatangan dirinya. Saat itu masih terhitung hari libur. Ia datang seorang diri setelah bertemu temannya di kota. Selama berhubungan dengan si Perempuan, tak pernah sekali pun ia mendatanginya. Tapi kali ini ia datang.












