YANG TERDALAM
Anto. Lelaki yang bertahan dihati selama enam tahun dan membuat ruang itu kosong selama tiga tahun.
Sebut saja cinta monyet. Ku mulai perjalananku di bangku kelas enam SD, ketemukan manusia yang dicie-ciein denganku, awalnya ah mungkin ini hanya cinta monyet.
Aku dan kau berpisah setelah lulus SD, kita berada di SMP yang berbeda, ku dengar dari temannya kau membenarkan rasa cinta monyet SD ku. Berawal dari situ kita berkomitmen, tapi tak berani mengikat, berasa memiliki tapi bukan pacar, saling mengabari tapi tak memiliki. Semua itu berlangsung sampai akhirnya kami lulus SMA.
“ya, aku bertahan pada satu cinta, satu manusia, tanpa ikatan, kujaga erat atas dasar kepercayaan”
Segalanya terasa baik-baik saja selama enam tahun belakangan, hingga akhirnya aku memutuskan kuliah dan dia kerja, empat bulan tanpa kabar dan kau menikah. Ya singkatnya, kita memilih jalan yang berbeda, aku kuliah kau menikah.
Kau tau, ingin rasanya ku tikam diriku sendiri, dirimu dan istrimu, kita kubur bersama kenangan kita dan jasad kita bertiga. Tapi sayang aku terlalu mencintaimu, sakit tapi kurasakan, pahit tapi tetap ku telan.
Tiga tahun lamanya kubiarkan hati ini kosong, bukan karena tak ku temukan penggantimu. Tapi aku hanya memastikan hatiku benar-benar kosong saat akan ada yang mengisi nanti, aku tak ingin dia yang datang menjadi pengganti.
Hari ini, ku katakan padamu, aku benar-benar telah mengikhlaskanmu, melepaskanmu, berbahagialah, aku disini akan menemukan jalan bahagiaku sendiri.













