antara CINTA dan HAM #LGBT
Assalamualaikum wr wb
Belakangan ini sering sekali muncul dalam pemberitaan mengenai LGBT, apa itu LGBT ? sebelum saya membahas apa itu LGBT saya ingin sedikit mendefiniskan apa itu cinta dan HAM, kenapa harus cinta dan HAM, yah karena salah satu muaranya adalah masalah cinta dan juga HAM, karena akan muncul argumentasi bagi mereka yang mendukung LGBT bahwa kita bisa mencintai siapa saja baik pria maupun wanita dan itu adalah sebuah HAK. Okee mari sedikit kita mendifiniskan 2 hal tersebut sebelum jauh membahas apa itu LGBT.
Ibnu Hazm mendifiniskan bahwa cinta adalah hubungan ruhani yang terjalin diantara komponen-komponen yang beragam dikalangan mahluk hidup secara ruhani. Berati dari arti cinta tersebut dapat dipastikan bahwa tidak ada larangan bagi pria maupun wanita, pria dengan pria, wanita dengan wanita, bahkan seorang manusia dengan hewan sekalipun untuk saling mencintai dikarenakan itu adalah sebuah hubungan ruhani antar mahluk.
HAM adalah HAK yang melekat pada diri manusia sejak lahir yang tidak dapat diganggu guat dan bersifat tetap. Dari dua hal tadi bahkan sudah dapat dipastikan bahwa cinta dan hak adalah sebuah satu kesatuan. Lalu bagaimana dengan LGBT ? kenapa harus sih ada penolakan disana sini, toh klo kita membahas dua hal tadi antara cinta dan HAM tidak ada kesalahan dan mereka para LGBT jelas mempunyai HAK untuk melakukan itu.
Apakah LGBT itu melanggar HAM atau tidak ? kenapa LGBT itu ditolak habis-habisan, bagi mereka yang menolak sama saja melanggar HAM namanya, sama saja itu mengkerdilkan hak yang didapatkan manusia sejak lahir ^.^ apa yang salah bagi mereka , mereka hanya ingin hidup dengan pasangan nya, mereka hanya ingin bahagia dengan pasanganya. Trus mati-matian gitu dilarang dan ditolak ? dimana letak prikemanusian nya ? ^.^
Tidak ada yang melarang dan menolak mati-matian mereka yang saling mencintai dan menyukai , karena itu memang sudah kodrat seorang manusia, yang dilarang adalah mereka yang berhubungan badan sesame jenis ! jika seorang pria mencintai seorang pria itu tidaklah masalah, tapi ketika sebuah makna cinta itu dihadapkan pada keadaan seksualitas itu yang menjadi penyebab munculnya sebuah penolakan. Jadi kita harus membedakan
antara cinta dan nafsu, antara cinta dan orientasi sexsual ^.^
Lantas bagimana ketika sudah membawa nama HAM, bagi saya pribadi mereka yang merasa LGBT lah sesuguhnya yang melanggar HAM itu sendiri. Ketika 3% saja disebuah Negara menyatakan bahwa mereka adalah seorang LGBT , lantas akan seperti apa penduduknya di 5 sampai 10 tahun mendapatang, pasti akan kelahiran menurun, bagaiama tidak menurun , toh proses reproduksi saja terhenti oleh 3% penduduk itu, dan efek nya sangat besar. Dari sisi agama tidak ada satupun agama didunia ini yang memperbolehkan seorang manusia melakukan hubungan seksual sesame jenis. Jika ada coba buktikan data nya . ^.^
LGBT bukanlah sebuah perasaan suka sesama jenis tapi lebih kepada sebuah penyimpangan seksual, dan ketika itu dibiarkan malah itu akan menjadi sebuah permasalahan yang lebih besar dan akan sangat berdampak dalam segala sisi. Ketika banyak para ahli kejiwaan berkata bahwa LGBT bisa menular saya sangat sepakat akan hal itu,
sederhananya adalah ketika sesuatu itu di diamkan dan menjadi sebuah rutinitas hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan yang nanti nya akan tertanam dan menjadi sebuah budaya.
Ardhiologi saya mengatakan bahwa semakin majunya sebuah peradaban belum tentu berbanding lurus dengan maju nya pola pikir manusianya. Akan semakin menjadi ketika kita mediamkan hal tersebut, protect diri dan keluarga dengan tiang agama adalah hal harus diutamakan, selanjutnya adalah kita mencoba bersama –sama untuk merubah paradigma berpikir kita bahwa mereka juga sama seperti kita yang butuh pertolongan,
tidak ada seorang minoritas lahir ketika ada yang merasa dirinya mayoritas dan percaya atau tidak sebuah perubahan baik cepat atau lambat itu lahir dari mereka yang minoritas,
jangan anggap mereka LGBT adalah minoritas, mereka adalah manusia pula yang sebernya butuh bantuan dan uluran tanggan manusia!
Teuku Ardhi Rahmawan
Bandung













