Pria bermata coklat
Hai pria bermata coklat teduh, Apa kabarmu? Kau seolah-olah lari dari kenyataan. Tidakkah kau malu dengan wanita mungil, yg pernah mengisi sebagian harimu kemaren. Dia begitu beraninya menjawab semua dukungan bahkan cacian. Aku tidak membencimu, ya mungkin sedikit kecewa. Kau datang sebagai superstar yang mencuri hati sebagian wanita di negri ini, kau laksana manusia setengah dewa yang tak pernah salah dan tak pantas untuk dicaci. Kau terlihat selalu menggemgam tangannya seakan-akan kau begitu melindungi dia yang kau tampilkan sebagai kekasih di muka umum. Tapi sekarang, saat ditimpa masalah seperti ini dimana sang superstar itu, kau memilih sembunyi dan berlari. Kau mungkin memang tak perlu menjelaskan apapun, karena itu masalahmu. Tapi ada satu wanita yang pernah mencintaimu yg tersakiti. Seorang wanita yang mungkin seperti aku, masih tak percaya kalau kau tak berani bilang pada sekitarmu bahwa memang cinta itu nyata. Dulu kau tak pernah melakukan pembelaan apapun untuknya, kau biarkan dia menjawab smua keraguan. Apakah kali ini kaupun akan diam dan kau lebih memilih menyelamatkan dirimu sendiri. Jika kau merasa tidak ada yang salah dengan apa yang kau lakukan. Tampilah, tetaplah bersinar seperti kau yang biasanya. Jangan kau tarik dirimu dalam kegelapan. Lihatlah wanita mungil itu, dia bangkit dan melupakan kepedihannya, kekuatannya melebihi raganya yang ringkih. Dia tetap bersinar, tetap menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman. Apa kau tak malu? Hai pria bermata coklat teduh, Sekali lagi aku tak membencimu, mungkin hanya kecewa. Aku ingin kau akan tetap dikenang sebagai seorang pria tampan bermata coklat dengan senyuman dan hati yang indah. Bukan dikenang sebagai seorang laki-laki yang kalah dalam pertarungan hidup, lelaki yang kalah oleh cinta, atau dikenang sebagai lelaki yang mengatasnamakan cinta untuk sebuah kepentingan. Hai, kamu... Tersenyumlah.....karena senyummu indah. Bahagialah karena bahagia itu indah. Berjuanglah, kalau memang kau ingin memperjuangkannya. Berlalulah dengan kepala tegak, jika kau ingin melewati semunya. Dan ingatlah, wanita mungil ini telah memberikanmu pelajaran luar biasa kan? Jangan pernah kau remehkan wanita seperti ini lagi, karena kau tak akan pernah tau betapa besarnya kekuatan dari wanita yang tersakiti sehingga mampu meghancurkan keangkuhan bintang di langit. Terima kasih untuk semua cerita INDAH walau tak berakhir BAHAGIA.









