[ Tanya Kenapa ] Belakangan ini, banyak kita lihat fenomena meningkatnya kedekatan muslim dengan Qur'an. Salah satunya bisa dilihat dengan menjamurnya antusiasme pada program tahfidz . Kala itu selesai Dauroh di Puncak, saya sempat tanyakan pada Abi apa 'Syahara' ndak buat program Dauroh juga? Dan Alhamdulillah terjawab, Allah izinkan Ramadhan ini terlaksana Dauroh perdananya di Bogor . Terakhir dengar kabar, sudah ada yang khatam setoran 30 juz dalam duapuluh hari, Ma sya Allah. Barakallaah atas bimbingannya para asatidz @har030324 @choirul_annas_lc ; Allahu yajzik bikhair In sya Allah . Maka Fenomena ini mesti disambut baik gaungnya, agar para penghafalnya tidak lantas menguap saja memorinya tanpa mengarah pada satu kontribusi keUmmatan yang sama ritmenya . Mendalami Al-Quran, semestinya akan membuat kita bertambah yakinnya, menguat imannya, bahkan menghilang segala ragunya pada Islam dan segala pengaturannya . Tanya Kenapa ? Berdasar pengalaman, ada kesan tersendiri ketika membaca bait-baitnya. Ada saja problem yang memang klik ketika kita bermuara pada Qur'an . Seperti cerita ust Yusuf semalam, ketika saya mengikuti Peringatan Nuzulul Qur'an di Majid kampus Bahwa mereka yang punya kedekatan dengan Qur'an, membangun koneksinya dengan Qur'an, akan punya solusi tersendiri yang kadang ngga bisa di nalar akal ; Tenang aja gitu . Maka sebagai muslim, kedekatan itu mestinya bukanlah sebatas pemaknaan perasaan. Ianya mesti dibumbui kedalaman pemikiran, sampai akhirnya kita bertumpu pada jawaban atas keheranan Fitrawi : Why should we believe . Ada yang mesti kita detaili, soal jawaban terdalam dari diri kita, tentang tujuan terbesar dalam hidup yang memuncaki pemikiran kita . Pada Qur'an lah, sejatinya segala jawaban itu nyata terpantri. Ibarat pedoman, ianya diberikan sebagai tanda Rahman Nya Allah pada kita. Bahwa tidak mungkin kita disiakanNya tanpa penjaminan . Ia pun nantinya akan mempengaruhi segala sikap. Bukan lagi karena siapa, tapi karena apa. Dan Bukan lagi untuk manusia, melainkan Lillaah semata #YukNgaji #NgajiIdeologis #IslamRahmatanLilAlamin #BeraniHijrah #MauJadiBaik #JadiLebihBaik #BackToIslam #BackToMuslimIdentity