belajar kreatif dari @bakpiapia djogja
kemarin, (23 Maret 2013) saya melakukan wisata bisnis bersama kelompok mahasiswa wirausaha FEB Undip ke yogyakart.tempatt pertama yang kami kunjungi adalah bakpiapia djogja. berbeda dari bakpiapia khas yogyakarta yang sudah ada, bakpiapia djogja ini sangat unik. selain produknya, marketingnya pun sangat unik. yang unik dari produknya adalah variannya. jujur, awalnya saya tidak begitu suka dengan bakpia, tapi setelah mencoba bakpiapia djogja saya jadi ketagihan hehe. apasih bedanya sama bakpia yang sudah sudah? bakpiapia djogja punya banyaaaaaaaak sekali varian rasa, ada rasa keju, coklat, bluberry chese, pisang keju, nanas dan masih banyak lagi, itu yang rasa inovasi, mereka menyebutnya bakpia blasteran. tak lepas dari resep bakpia yang sesungguhnya, bakpiapia djogja juga tetap mempertahankan rasa tradisionalnya yaitu kacang hijau dan ketan hitam. cuma itu uniknya? ternyata mereka memperhitungkan sisi ke efisienitas memakan bakpiapia nya. hah? gimana itu?. menurut mereka bakpiapia adalah cemilan, dan kebanyakan orang malas terlalu lama mengunyah, jadi mereka membuat bakpiapia untun 2-3kali gigit, emmm yummi… detail banget ya? itu dari produknya, ada yang unik lagi dari marketingnya kalau kebanyakan perusahaan bakpia di jogja mempunyai segmentasi pasar wisatawan, bakpiapia berbeda. mereka mempunyai segmentasi pasar remaja berusia 13-25tahun. kok bisa?. iya, menurut mereka, remaja itu kemana mana pasti bawa uang untuk jajan, beda dengan orang tua yang cuma pergi ke tempat khusus saja bawa uang banyak. remaja jogja juga suka “nongkrong" untuk sekedar bercengkrama. mereka ingin menjadikan bakpia sebagai cemilan yang dimakan sehari hari, dan menurut riset mereka, seorang remaja putri lebih suka mengkonsumsi cemilan. dari pikiran itu berkembang lagi, kalau remaja perempuan mau beli bakpia isi 24 pasti malu, dikira rakus atau apapun itu. akhirnya mereka membuat kemasan isi 4 / 6 / 12 /24. bener bener detaiiil banget ya? terus gimana carinya remaja tau kalo produk bakpiapia djogja dibuat untuk mereka?. mereka sering mensuport event event anak muda jogja, seperti standup comedy, band, dll. mereka sering pula mengadakan kuis di acc twitternya @bakpiapia dgn hadia tiket konser dll. wow, banyak yang mengganjal dipikiran saya, dan saya tanyakan kepada ownernya "bakpiapia masih terhitung baru, bagaimana masuk dalam pasar bakpia yang sudah ada di jogja dan sudah punya nama?" dengan produk yang berbeda dan segmentasi pasar yang berbeda itu, kalau kita ambil pasar yang sama dengan bakpia yang sudah ada ya kita akan kalah "bakpiapia adalah pionir bakpia dengan rasa rasa yang lebih modern, pasti akan banyak ditiru oleh perusahaan bakpia lain. anda menganggap mereka pesaing atau apa?" kita melakukan marketing via media online, dan kita gencar mempromosikan produk via online, media online tidak akan berbohong siapa yang memulai. dan pionir lebih di cari daripada pengikut nya, contohnya kripik maicih, walaupun banyak kripik sejenis yang lahir, maicih tetap dicari "bakpia itu adalah makanan tradisional, susah atau tidak memperkenalkan bakpia pada pasar dengan rasa yang berbeda dari bakpia yang sudah ada sebelumnya?" kami tetap menjaga rasa asli bakpia, namun kami menjawab keinginnan pasar yang jenuh terhadap rasa bakpia yang ada, ditambah segmen pasar kami adlah anak muda, jadi kami menyesuaikan selera mereka itulah sedikit cerita tentan wisata bisnis saya di @bakpiapia djogja, banyak sekali yang saya pelajari disana. bagaimana memanjakan konsumen sedetail itu, bagaimana berpikir kreatif, dan bagaimana melihat peluang yanga ada. kalau yang penasaran bisa follow twitter mereka di @bakpiapia













