Your words control your life, your progress, your results, even your mental and physical health. You cannot talk like a failure and expect to be successful.
Germany Kent
seen from United States
seen from Spain
seen from Denmark
seen from Macao SAR China

seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from China
seen from China

seen from Armenia

seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from United Kingdom
Your words control your life, your progress, your results, even your mental and physical health. You cannot talk like a failure and expect to be successful.
Germany Kent
Etiquette
Hearts, like doors, will ope with easeTo very, very little keys,And don’t forget that two of theseAre “I thank you” and “If you please.” Come when you’re called,Do what you’re bid,Close the door after you,Never be chid. Seldom “can’t,”Seldom “don’t;”Never “shan’t,”Never “won’t.” © Anonymous | Spilledwords | 2021
View On WordPress
Twitter gives a voice to the voiceless, a way to speak up and hit back at perceived injustice. But sometimes, says Jon Ronson, things go too far. In a jaw-dropping story of how one un-funny tweet ruined a woman's life and career, Ronson shows how online commenters can end up behaving like a baying mob -- and says it's time to rethink how we interact online.
Why did the community make the Joe Letz thing viral?
TED Talk by famous writer and journalist Jon Ronson talks about the psychology of online shamers and their desire to follow the community, and the effect it can have on it’s targets.
A Request to Readers
I understand posts here will contain negative information about a variety of sources. This is posted to prove targeting behavior discredit information being spread around the web, in hopes to dispel the hatred and hostility.
Because of this, I ask that the actions I mean to dispel aren’t continued. Please don’t use the information here to attack other people, bands, or organizations.
Enough lives have already been ruined, please don’t contribute to that.
Menjadi Lebih Baik
Saya ingat, dulu ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, Abu tidak pernah bosan-bosannya untuk selalu mengingatkan saya agar dapat menjadi lebih baik dan tetap berusaha dalam hal-hal yang baik. Hingga saat ini pun, pesan abu selalu saja membekas. Sangat terasa manfaatnya.
Abu memang tergolong tegas dalam mendidik anak-anaknya. Salah satunya ya masalah pendidikan. Ini sebenarnya konyol, tapi ketika saya di kelas 3 SD dulu, karena didikan Abu yang seperti itu saya pernah sebegitu takutnya dan mengurung diri seharian di kamar mandi.
Hari itu adalah hari pengambilan raport siswa. Hari yang menakutkan, bagi saya. Karena itu artinya adalah hari pertanggungjawaban saya bagi Abu akan hasil belajar selama beberapa bulan. Saya merasa tidak begitu maksimal ketika menjalani ujian akhir caturwulan. Dan ketika itu, saya yakin bahwa rangking saya akan sangat jatuh dari posisi 5 besar.
Hmm.. Saya takut beliau marah, kecewa, dan tidak bangga akan hasil raport saya itu. Mengurung diri di kamar mandi, adalah pilihan paling aman saat itu. Sambil menangis dengan perasaan sedih, khawatir dan takut membayangkan wajah marah Abu, saya tetap berada di sana sampai akhirnya Abu membujukku untuk segera keluar.
"Neuk, kajeut tubit. Hana pue-pue…nyoe lagak nilai raport kakak. Hana beungeh Abu neuk. Nteuk, u-keu kakak jeut belajar yang rajin lom." Abu berusaha membujukku.
Yah, begitu lah. Saya sangat khawatir kalau-kalau Abu kecewa terhadap hasil yang saya dapatkan. Karena jika beliau merasa kecewa, itu seakan-akan menunjukkan kegagalan saya untuk bertanggung jawab sebagai seorang anak. Menjadi lebih baik. Itu adalah satu hal yang saya sepakati sejak saat itu.
Saat ini, didikan Abu seperti itu lah yang masih tetap melekat. Ketika saya jatuh dan gagal, maka saya harus mampu bangkit kembali untuk menjadi lebih baik. Ketika saya mendapatkan hasil yang baik, saya juga harus tetap berusaha bahwa akan ada hasil baik lainnya di depan nanti.
Proses berjuang itu penting. Memiliki tekad dan tidak pantang menyerah adalah modal yang baik dalam menjalani banyak hal. Abu mengajarkan itu. Bahwa ketika kita masih mampu untuk bangkit dari kegagalan, mengapa kita harus berputus asa? Selalu ada kesempatan bagi kita agar dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya. :)