Orang-orang yang kenal aku dari jaman duluuu banget lalu baru ketemu lagi kebanyakan reaksinya ada 2: . "Ihh, kamu kok awet mungil sih, Non! Anaknya udah dua, body masih segitu-segitu aja. Style kamu juga nggak berubah, tetep eyecatching. Enak langsung bisa dikenalin," . ...dan... . "Alhamdulillah, Say! Udah tobat jadi cewek beneran ya kamu sekarang!" . Mereka memang nggak salah... Demikianlah, aku dikaruniai tubuh yang stay 'begini-begini' saja sejak SMA. Kurus, cuma 150cm, dengan minus mata banyak. Masih hobi pakai baju kasual, lebih suka style yang vintage dan unik daripada up-to-date (alias jarang beli baju). . Yang kedua karena kepribadianku yang cenderung tomboy--meski berhijab. Gemar mengenakan pakaian gombrong, nggak pernah pakai rok, apalagi menyentuh make up. Aku yakin awalnya orang-orang pasti syok saat tahu kabar bahwa aku banting setir jadi reseller produk kecantikan. Kwkwkw~ . Mau tidak mau ya harus mulai rajin pakai, dong... Mulai dari skincare... Coba-coba warna dan jenis-jenis gincu, belajar gambar alis dan cara memakai maskara juga. Bahkan pakai parfum segala. . Alhamdulillah, hasilnya lumayan... Meski perubahanku tidak sedrastis beberapa teman yang mungkin bikin pangling--karena melakukan perawatan juga--tapi aku merasa senang dan bersyukur dengan aku versi baru. . Rasanya lebih percaya diri, tampak fresh dan mature tanpa terlihat lebih tua dari usai sebenarnya. Karena memang itulah fungsi dan esensi merias diri; menampilkan sosok terbaik diri kita dan menyenangkan hati yang melihat, terutama suami. 🥰 . . . #nulisyuk #nulisyukbatch32 #ricchanmenulis #beautyinterpreneur https://www.instagram.com/p/B0lD62xguna/?igshid=u6rvl8aq7tzf












