New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/69526/heboh-jamur-raksasa-di-bendosewu
Heboh Jamur Raksasa Di Bendosewu
# Banyak Warga Yang Meyakini Ada Unsur Supranaturalnya
Pada Selasa (29/12) yang lalu wartawan Memo X penasaran untuk megunjungi desa Bendosewu Kecamatan Talun Blitar, tepatnya pada dusun Bakulan. Hal ini karena adanya informasi terkait penemuan Jamur raksasa yang memancing perhatian orang bahkan sampai luar Kabupaten Blitar.
Saat Memo X bertanya pada warga masyarakat, ternyata tempat penemuan jamur yang menghebohkan ini adalah berada di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) yang dikoordinatori oleh Sandi Mahmud Efendi seorang yang juga pegiat lingkungan hidup.
Saat Team tiba dilokasi, Sandi Mahmud Efendi segera bergegas menghampiri dan mempersilahkan untuk melihat Jamur yang bikin penasaran tersebut.
Jamur itu memiliki ukuran daun dengan diameter 70 cm sedangkan untuk batangnya sebesar lengan orang dewasa.
Diketahuinya Jamur Raksasa tersebut, bermula saat Sandi bersih bersih di seputaran rumahnya, dia pun terkejut ketika sampai dibawah pohon bambu di ujung timur pekarangan. Dibawah pohon bamboo tersebut tumbuh jamur yang di luar kebiasaan.
Dia menuturkan, penemuannya pas tanggal 9 pukul 09.00 wib. “Waktu itu saya mau berangkat ke TPS untuk memberikan hak suara pada Pilkada Kabupaten Blitar,” tuturnya.
Jamur tersebut tumbuhnya besar dan banyak jamur-jamur yang masih kecil di sekelilingnya. Dan yang menjadi aneh lagi, sampai beberapa hari jamur tersebut masih tetap segar, tidak selayaknya jamur biasanya yang hanya berumur pendek.
Tentu terkait hal ini sontak warga sekitar penasaran dan ingin melihat jamur aneh itu.
Salah satu pengunjung saat dikonfirmasi menyampaikan, dia penasaran dengan munculnya jamur raksasa tersebut, bahkan dia meyakini bahwa Jamur itu bukan jamur biasa tetapi ada unsur supranaturalnya. Menurutnya ini merupakan lambang ketentraman.
Sementara itu Petugas BP4K saat dikonfirmasi menjelaskan, bahwa jamur yang telah ditemukan tersebut diduga jenis jamur Lenci yang dapat difungsikan sebagai bahan obat, akan tetapi yang jadi kendala pada taraf pengolahannya.
“Jika Jamur ini dikonsumsi langsung semisal dengan digoreng akan menjadikan orang keracunan,” tandasnya.
Saat ini Jamur tersebut banyak tumbuh disekitar induk yang sangat besar, dan untuk menjaga agar tidak sampai rusak oleh pengunjung Pak sandy memberikan pagar pembatas.
Terlepas dari unsur mistik yang diyakini warga, dia sebagai pegiat lingkungan semenjak tahun 1990 menginginkan adanya penelitian, dan jikalau betul-betul memiliki nilai manfaat alangkah lebih baiknya untuk dikembangkan. (ris/son)