Tenang, Kenang dan Menang
Mungkin sebagian besar dari kita memang bukan orang-orang yang dipersiapkan untuk berjuang di garda terdepan.
Mungkin memang kita disiapkan menjadi orang-orang di belakang layar. Yang membuat dapur-dapur terus mengepul, yang membuat mesin-mesin tak kehabisan bahan bakar.
Kita bisa jadi bukan tameng, tapi kitalah batu bata sebuah benteng. Dengan ikhlas, sabar, dan semangat persatuan yang menjadi semen juga pasir sebagai perekatnya.
Runtuhkan apa yang harus diruntuhkan, tapi bukan persaudaraan.
Runtuhkan sekat, musnahkan dengki, singkirkan ujub dan juga riya. Tapi semua itu tak mudah dilakukan sendiri. Karena pasir tak banyak guna jika ia hanya sebutir. Sebagaimana lidi tak berdaya jika ia hanya sebatang.
Biar kita semua dewasa dalam kematangan, ditempa dengan ujian tak berkesudahan. Jauuuh jalan yang kita tempuh, tapi kita juga tidak tahu kapan waktu kita kan terhenti.
Jauh pula diri kita dari predikat mushlih, tapi dekat jarak kemenangan yang membentang. Sedekat jarak antara kening dengan sajadah.
Hidupkan apa-apa yang harus hidup. Tapi bukan dendam.
Sumpah serapah terpendam yang akhirnya dimuntahkan, bukan, jangan. Sumber kekuatan ada di sepertiga malam. Kalaulah dulu musuh kalah karena kelengahan, jangan biarkan diri kita yang kini lengah.
Sesungguhnya ujian kita adalah ujian yang digambarkan nabi, yang dikatakan orang-orang shalih jaman dulu, ujian yang berat karena dengan sesama saudaranya.
Musuh di luar sana tertawa gembira. Melihat ringkihnya kita akan godaan, goyahnya iman kita karena jebakan, dan renggangnya persaudaraan kita karena ketamakan. Jangan, jangan biarkan sedetikpun kau lengah. Karena kalau sedikit saja lengah, nanti engkau lalai. Kalau sebentar saja engkau lalai, yang tersisa hanyalah sesal.
Tenang, tenang dan kenang. Baru menang. Tapi tidak bisa dengan diam saja termenung dan menunggu. Langkah-langkah harus terus menapak, walau kadang sulit karena kehilangan jejak, biarkan bersihnya hati jadi pembuka jalan.
Wahai dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya.. Ampuni kami.. Selamatkan kami.. Hanya Engkau sebaik-baiknya penolong. 🤲🏻