Tau tdk dosa yg lebih besar daripada dosa2 besar seperti berzina, membunuh, dll...
"Yaitu meninggalkan/melalaikan perintah Allah yang wajib"
Banyak org menggiatkan sunnah untuk mengganti yang wajib Keliru ... Yang benar, tunaikan dulu yang wajib baru memperbanyak sunnah... Kita ambil contoh org yg rajin bersedekah tapi tidak menunaikan shalat fardhu...
Orang yang meninggalkan shalat fardhu lebih buruk daripada syaitan. Ingat , Syaitan dilaknat sepanjang zaman dan diusir dari surga, karena tidak mau bersujud pada Adam meski Adam hanya seorang hamba. Nah orang yang meninggalkan shalat fardhu artinya tidak mau bersujud pada Allah, padahal Allah adalah Tuhan... Maka dia lebih dr sombong.
Byk org bergiat dgn bid'ah pdhl blm menyempurnakan yg sunnah. Tahu tidak apa definisi zuhud yang sebenarnya, itu bukan hny perkara dunia melainkan juga agama bermakna hati2 (cukup mengambil apa yang telah Allah wahyukan dan telah Rasul tuntunkan...) yang Demikianlah pengertian Ahlusunnah (Ahli sunnah ... Org2 yg bermurni dgn sunnah)
Kendati demikian perkara fiqh berbeda dgn tauhid qt tdk boleh mengkafir2kan ... Dan mudah mengkultuskan sesat... org2 yg berbeda perkara ibadahnya selama sama2 mentauhidkan Allah. Cukup Allah yang menjadi hakimny.
Teringat tulisan ustadz Salim A Fillah dalam Bukunya "Lapis - Lapis Keberkahan" 👇
Jika setiap apapun yang berbeda dengan kita lalu kita anggap sebagai syubhat, maka akan sulit bagi kita menerima kebenaran yang barangkali datang dari pihak yang kontra . Tak semua masalah yang berbeda dengan kita itu syubhat. Tak ada pula yang menggaransi kita ataupun guru kita selalu dalam kebenaran pada setiap masalah.
Kebenaran itu yang menetapi dalil dan pemahaman salaf. Dan pemahaman salaf itu bukan dimiliki oleh satu atau dua ulama saja.
Imam Asy-Syafi'i dan ulama lainnya telah menyampaikan, bahwa tidak ada satupun ulama yang bisa menguasai As-Sunnah sepenuhnya.
Memahami suatu dalil itu berdasar ijtihad, dan ijtihad bisa benar dan bisa keliru. Artinya, tidak ada ulama yang menguasai semua ilmu dan memiliki kebenaran yang sempurna. Semua memiliki kekurangan dan mungkin kekeliruan.
Jangan karena wawasan kita hanya sampai pada ulama yang kita ikuti saja, kita menganggap yang lain sepenuhnya keliru.
Ya, syubhat diciptakan oleh pikiran kita yang sempit cara berpikirnya. Waspadalah dari sempitnya cara berpikir, karena ia adalah penyakit dalam beragama. Bersikap adil lah, karena itu lebih dekat kepada taqwa (QS. 5 :8).