Manajemen gadget - declut following IG
Alhamdulillah Allah sampaikan di hari ke4 tantangan zona 1 Bunda Sayang ini. Hari ini agak mepet ngerjainnya di injury time aku sedang hapus-hapusin following Instagram (IG) ku dan clear history chat di telegram.
Aku memulai untuk menghapus atau beberes following friends di IG ku adalah karena aku mau memfilter apa-apa yang akan aku lihat selama aku bermain IG. Dan ketika kita bermain IG sudah seharusnya kita beri batasan waktu agar goals atau kerjaan kita yang lain bisa selesai dengan cepat. Memfilter following IG juga berarti kita menyaring informasi yang masuk ke dalam otak kita.
Karena kalau kita menyerap terlalu banyak informasi nantinya jadi berpengaruh sekai terhadap kesehatan mental kita, kewarasan kita dan terjadi tsunami informasi. Too Much Information. Padahal kita butuh mengatur prioritas kita, termasuk ilmu atau info apa yang sedang ingin kita cari ya cari yang sesuai dengan tujuan kita. Supaya efektif dan efisien ketika kita belajar hal tersebut.
Kalau misalnya kita terlalu banyak mengikuti akun-akun yang bertema serupa, kita akan pusing sendiri. Misalnya, di akun A sedang bahas tentang masalah menyusui, di akun B kita ketemu lagi bahasan menyusui dengan tambahan berbeda, di akun C kita ketemu lagi bahasan menyusui ditambah dengan selingan paid promoted misalnya. Disitu kita akan mudah terdistraksi, pecah fokus pada apa yang harusnya kita cari. Jadi tujuan kita menambah ilmu dan memperdalam ilmu tsb tidak utuh. Hanya sepotong-sepotong saja.
Misal contoh lainnya, sekarang banyak akun parenting yang tema nya serupa. Pusing banget ga sih ketika kita buka timeline isinya sama semua atau mungkin topiknya loncat-loncat, diselingi joget-joget di IG reels.
Maka dari itu kita butuh mengatur apa-apa saja yang kita butuhkan, kalau dirasa kita mengikuti teman kita yang mungkin spamming story nya ga dosa kok kalau kita mute, atau akun-akun parenting atau selebgram yang isinya spamming endorse-an terus, ga dosa kok kalau kita unfollow :)
Kadang kita suka ragu dan khawatir, karena “kalau ga follow akun itu kita jadi ga dapet info tentang ini itu dong”. Padahal nyatanya ketika kita sedang butuh info spesifik kita pasti lupa juga akun mana yang pernah share hal tsb :”). Kalau kami di Institut Ibu Profesional, punya mindset kalau butuh ilmu tsb gampang kita cari aja dulu di google. Lalu perdalam ilmunya langsung dari ahlinya :) Misalnya saya yang sedang butuh ilmu menyapih, saya akan langsung ambil webinar atau kelas menyapih dari dokter anak atau ahli spesialis di bidang tsb. Bukan dari akun-akun parenting yang beredar banyak di IG.
Hidup akan terus berjalan, dunia nyata ini butuh peran taktis kita. Jadi ambil seperlunya untuk referensi, lalu dalami ilmu tersebut langsung dari ahlinya.
Selamat mencoba! :D
Maghfira Fauzia - IP Bekasi - 4220121406














