Well Im to scared if i post some university mascots but i refuse it....
Here, I draw Aero Cakra, the mascot of PKKMB FEB UM
Also Cakra is a mascot of Universitas Negeri Malang (Malang State University)

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Nepal
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
Well Im to scared if i post some university mascots but i refuse it....
Here, I draw Aero Cakra, the mascot of PKKMB FEB UM
Also Cakra is a mascot of Universitas Negeri Malang (Malang State University)
Relung “Mariana”
Laut itu cantik. Dari daratan manusia bisa melihat betapa eloknya gelombang naik turun. Menghantarkan angin sejuh, mengundang beberapa ikan moody untuk berlarian di permukaan. Itupun jika sedang beruntung dapat menyaksikannya. Adapun luas laut tidak pernah mengecewakan meski sering mendapat sapuan sampah dari daratan. Kelapangannya membuat pecinta lautan selalu betah untuk singgah melihat dari dekat. Bahkan banyak di tepian sana yang menikmati keindahan ekosistem yang masih terjaga. Namun, kesan “wah” tersebut mungkin dapat membuat seseorang tidak mengucap hal serupa kala sudah masuk ke bagian dalam. Tersebut “Palung Mariana”.
Manusia tidak bisa tinggal tanpa udara. Teknologi memutarbalikkan ketidaksanggupan menjadi apapun bisa dilaksanakan. Melalui proses yang tidak sebentar, manusia dapat memerintah ciptaan kecil berbasis teknologi pula untuk menjelajah tanpa kenal keluh kesah. Bukti tersebut dapat membuka cakrawala baru kala mengetahui jika laut terdalam pun bukan tempat yang cukup menyenangkan.
Oh, ini bukan pantun, juga bukan puisi. Hanya mau mengingatkan saja. Kalaupun laut yang mengitari bumi ini punya sisi gelap, langit yang biru itu yang juga punya sisi gelap, mereka semua menyimpan keindahan. Menghapus ketidaktahuan menjadi pemahaman adalah anugerah. Lalu, gimana dengan relung yang satu itu? Yang sekarang berdiam di dalammu. Sering muncul ke permukaan wajahmu dengan wajah sendu. Terus? Bagaimana?
Melihat riuhnya pusat kota. Menelusuri setiap raut wajah lelah sepulang kerja, mereka yang tertidur pulas di halte, mereka yang berdesakan untuk masuk ke angkutan umum, raut wajah menahan kantuk dibarisan lampu merah, dan mereka yang berjalan cepat menyusuri trotoar entah kemana perginya.
Ada kebisingan ditengah riuhnya kota dan ada kesunyian dalam hati yang mempertanyakan banyak hal tentang mereka, tentang mereka yang bahkan baru ku lihat tadi di persimpangan jalan.
-Cakrawala
Aku adalah langit yang jatuh cinta pada laut. Sayangnya, semesta tidak merenda cakrawala untuk membuat kita saling terpaut.
Percayalah layang-layang mimpi kalian akan menembus cakrawala. Meningi, lebih tinggi hingga tuhan membaca dan mengabulkan usaha dan doa-doa kalian.🤗🤗
-Guru Cinta
Senja tak pernah mengatakan untuk menetap, dia hanya memberi waktu kita untuk sejenak menyapa👋🌇
Senja Tahun Baru
Akhirnya senja ini menjamu langit, bercengkrama dengan cakrawala setelah sekian lama dirundung rintik rindu dari awal tahun baru. Aku duduk sendiri, ditemani buku yang sedari tadi coba untuk direnungi.
Meski buku ini sudah lama diterbitkan, namun aku mengenal buku ini setelah buku ini sering terlihat di beberapa iklan sebab sudah dijadikan sebuah film. Sejauh ini aku tidak tertarik dengan menonton film adaptasi, sebab aku lebih menyukai membaca karya asli sehingga otak ini bisa bebas berimajinasi. Ini bukan tentang memandang negatif karya anak negeri yang saling berkolaborasi, namun tiap manusia berhak memilih mana yang mereka suka tentu.
Setelah sekian waktu akhirnya kamu datang menghampiri, dengan terenggah sambil merekatkan kedua telapak tangan seraya minta maaf. Aku tidak mempersalahkan tentang itu, sebab bila tentang kamu aku tidak masalah seberapa lama menunggu. Bangku-bangku taman sudah banyak terisi, oleh sepasang kekasih sampai keluarga dengan anak kecil yang terus berlari.
Kita putuskan hari ini untuk mengabiskan waktu senja bersama, tanpa tangan saling menggenggam meski hati sudah saling bergumam. Setelah sekian lama berbincang akhirnya kita memutuskan untuk mengakhiri pertemuan hari ini dengan menonton film, sebuah film yang bukunya sudah aku baca habis sebelum bertemu kamu.
Dengan mencoba mengalihkan pemahamanku soal film ini sewaktu lalu, setidaknya kini aku akan mencoba menyukai hal baru saat bersama kamu.
16 Januari 2020 | (c) adikurniawan
Saya baru saja memublikasikan " Runtuh " dari cerita saya " Langit Teduh ". https://my.w.tt/LjyDqd73NX