My brother got a chocolate milk at a billiards bar. The staff thought it was a joke at first. 😂😂 #ohbrother #philippines #campusspot btw he’s 21 (at Campus spot Morato)

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Russia
seen from Germany
seen from Russia
seen from Sweden

seen from United States
seen from Sweden
seen from Canada
My brother got a chocolate milk at a billiards bar. The staff thought it was a joke at first. 😂😂 #ohbrother #philippines #campusspot btw he’s 21 (at Campus spot Morato)
Depan Ruangan Mbak Yayuk
It’s week 2 of writing challenge. Dan topik minggu ini adalah “Spot di kampus Fisipol UGM”, decided by me, which is berangkat dari kerinduan memuncak sama kampus tercinta. Rindu kuliah lagi, rindu haha-hihi di tangga fenomenal, rindu perpus, rindu bimbingan, rindu Mbak Yayuk. Dan tulisan ini (bisa dibilang) didedikasikan juga untuk my lovely ibu peri, Mba Rahayu, S.IP, M.Si, MA. Gelar harus ditulis lengkap supaya doi terlihat cool. Tapi aslinya memang cool kok.
Nah, kalau ditanya spot kampus paling memorable, nothing can beat lorong depan ruangan Mbak Yayuk! Seandainya setiap space bisa berbicara, lorong depan ruangan Mbak Yayuk ini jelas akan koar-koar, “Yo Mbak jilbaban iki sing termasuk super sering ngapeli aku. Ketoke deknen akeh tenan deh revisine.” hmm..
Faktor lainnya adalah aku yang lebih suka (suka loh!) datang langsung buat diskusiin revisian daripada harus via email. Nggak puas aja kalau cuma virtually. Even itu cuma buat nanyain, “Mbak ini perlu pakai koma nggak?” (ya iyalah ini berlebihan), aku tetap prefer datang langsung. Lagian Mbak Yayuk nih kalau diemail balasnya bisa beribu tahun kemudian.
Ya jadilah lorong depan ruangan Mbak Yayuk ini jadi saksi bisu aku pernah sedih ketika revisian menumpuk, pernah takut akan banyak coretan pena ibu peri di lembaran-lembaran skripsi, pernah khawatir nggak di acc, pernah cemas menanti suara hak sepatu ibu peri datang menghampiri, pernah maag karena lebih rela menahan lapar daripada harus melewatkan kedatangan ibu peri yang nanti bisa berujung batal ketemu, pernah senyum-senyum sendiri karena akhirnya halaman pengesahan lengkap juga tanda tangannya, dan pernah-pernah lainnya.
Sekarang lorong itu sudah beralih fungsi jadi lorong pada umumnya yang cuma jadi saksi orang lalu lalang, tanpa ada kursi-kursi panjang di pinggirnya (eh, cmiiw ya siapa tahu salah haha!). Sementara ruang dosen Prodi Komunikasi sudah pindah lantai.
Malang. 30 Juni 2017. Dari alumni yang lagi kangen.