Akhir-akhir ini aku lagi ngerasa mudah sekali tersentuh. Yah bisa dibilang, apa-apa yang sedang terjadi lagi dibawa perasaan.
Lalu malam ini aku dibuat termenung oleh cerita seorang pemuda. Dengan kondisi lagi hujan, ia menawarkan susu murni yang ia jual kembali dari si yang punya. Menawarkan satu per satu dari rumah ke rumah.
"Kulo nuwun" tiba gilirannya ia menawarkan ke rumah.
Ketika aku membuka pintu, aku langsung mengerti bahwa ia akan menawarkan susu yang ia jual. Karena kemarin lusa ia pun datang menawarkannya. Seperti yang kemarin, ia tidak mengetuk pintu sekali pun, hanya mengucapkan "kulo nuwun".
"Sampai malam Mas jualannya?" aku yang berusaha untuk berbasa-basi.
"Iya Mbak, belum menuhin target soalnya" katanya.
Setelah selesai dan aku kembali masuk ke dalam rumah, kemudian aku berpikir. Aku yang saat ini sedang merasakan capek, mungkin ngga ada apa-apanya dibanding pemuda tadi. Ia begitu semangat berjualan yang bukan dagangan miliknya sendiri. Mungkin dibaliknya ada keluarga yang harus ia nafkahi atau ia berjuang untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya.
Iya, kita tidak pernah tau apa yang sedang diupayakan oleh seseorang hingga ia begitu keras dengan apa yang sedang dikerjakannya. Cukuplah kita yang berbuat baik dan meletakkan rasa syukur atas apapun yang Allah hadapkan kepada kita.
Ya Rabb, mudahkanlah urusan mereka yang sedang berjuang untuk mengupayakan sesuatu. ✨️
— Jum'at malam, 10 Februari 2023 | 20 Rajab 1444 H