Dinding di Masjid al-Aqşā ini bertuliskan: . "Bangsa yang dipimpin oleh nabi Muhammad (ﷺ) tidak akan menyerah." . #CatatanR10 #FreePalestine https://www.instagram.com/p/CO4u-UksUGV/?igshid=1fbrn3ueu9vuk
seen from United States
seen from Yemen

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Pakistan
seen from South Korea

seen from India
seen from Germany
seen from Tunisia
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from Australia
seen from United Kingdom
Dinding di Masjid al-Aqşā ini bertuliskan: . "Bangsa yang dipimpin oleh nabi Muhammad (ﷺ) tidak akan menyerah." . #CatatanR10 #FreePalestine https://www.instagram.com/p/CO4u-UksUGV/?igshid=1fbrn3ueu9vuk
Cara dapat bebas ongkir Tokopedia selain dari jatah kuota "bebas ongkir".
Ketik di pencarian Tokopedia: Dilayani Tokopedia.
Dakwah di Masjid Metaverse
2018, 2019 ustaz Nouman Ali Khan ke Jakarta ke Jakarta dan berjanji rutin datang setiap tahun.
Kemudian Covid melanda. Dan dakwah para ustaz pun berubah. Banyak live dan zoom.
Kepikiran dakwah di era metaverse mungkin seperti konser di alam semesta fiktif.
Orang-orang log in di suatu masjid fiktif di alam metaverse, lalu menyimak kajian ustaz.
Metaverse Madness - Kegilaan Metaverse
Orang-orang sudah "gila" di era metaverse. Misalnya membeli gambar selfie NFT seharga milyaran.
Orang-orang bahkan ada yang membeli tanah kuburan virtual. Memangnya kalau kita mati akan dikubur di tanah virtual?
Saya khawatir nanti ada yang membeli Masjidil Haram, Masjid Nabawi secara virtual
Metaverse itu sebenarnya alam semesta fiktif. Tidak benar-benar ada karena butuh teknologi untuk memasukinya.
Membeli sesuatu di alam semesta fiktif seharga milyaran, trilyunan rasanya tidak masuk akal.
Seandainya suatu tanah virtual sudah dibeli, kan bisa beli di universe lain, bikin saja metaverse kedua, ketiga. Karena alamnya fiktif, semua bisa membuat alam semesta palsu.
Mohon Maaf Semua Akan Canva Pada Waktunya
Saya tidak jago desain. Jadi saat membuat gambar kutipan sering kali fokus dengan kata-katanya.
Dahulu saya membuat gambar kutipan dengan Inkscape. Tapi karena tidak jago desain, maka untuk membuat gambar kutipan dengan Inkscape itu merepotkan karena harus membuka aplikasinya dan mengatur beberapa hal.
Sebagai orang yang banyak bekerja di browser, Canva sangat membantu, bisa dikatakan fiturnya tinggal geser-geser saja, klik-klik. Selesai.
Trend aplikasi desain ke depan akan seperti Canva. Adobe Photoshop misalnya mulai masuk ranah Canva, itu sebabnya nanti orang-orang ke depannya akan bisa memakai Adobe Photoshop melalui browser. Photopea pun akan mendapatkan saingan.
Sebagai pemula di bidang desain, saya hanya menginginkan kemudahan mendasar saja. Seperti ingin mudah membuat gambar kutipan.
Hoak di Era Metaverse
Hoax di saat sekarang ini saja sudah menakutkan. Orang-orang bisa dengan mudah mengarang bebas dan membuatnya viral melalui WhatsApp, Facebook, YouTube.
Apalagi kalau kita sudah masuk era metaverse. Siapa yang bisa menghalangi arus informasi di dunia metaverse nanti?
Semoga Allah melindungi kita dari hoak. Terus terang kita dihujani informasi yang berlebihan dari segala arah dan setan senantiasa mencari kesempatan menggelincirkan kita.
Saya berdoa semoga Allah melindungi kita semua dari hal-hal buruk.
#MotivasiLegendaris
#MuhasabahLegendaris
#Hoak
#Metaverse
Jangan Buka Twitter Kalau Kamu Kepo & Baperan
Kalau kamu kepoan, jangan buka Twitter karena ini sosial media yang sangat terbuka dibandingkan Facebook. Jika sosial media milik Mark Zuckerberg itu mirip Disney yang berorientasi keluarga, maka sosial media berlogo burung biru mirip Netflix atau HBO yang berorientasi dewasa.
Ada fitur Twitter yang menggoda bagi kamu yang suka ingin tahu, yaitu trending. Fitur yang menunjukkan apa topik yang sedang tren menampilkan aneka topik yang sangat terbuka misalnya politik dan pornografi. Banyak yang punya pengalaman buruk dengan kedua topik ini.
Pengguna Twitter juga banyak yang sangat berisik dan tak segan merundung menanggapi isu-isu yang tampil di linimasa mereka. Komentar-komentarnya mungkin akan membuat kamu baperan.
Cara menggunakan Twitter agar tidak kepo dan baperan? Posting suatu kebaikan di sana dan jangan tergoda untuk klik fitur trending. :D
Ada satu yang sering saya renungkan dan saya sendiri juga masih kesulitan mengamalkannya.
Tentang karakter seorang muslim, adab seorang muslim.
Kita ngaji setiap hari, salat, zikir setiap hari... Tapi hasil dari pengamalan semua itu ga terlihat di diri kita.
Kita sering kehilangan kendali, kehilangan karakter, kehilangan adab atas sesuatu. Misalnya saat kita buka internet, sosial media... Tidak tampak adab kita sebagai muslim.
Kita buka sosmed lalu berkomentar pedas. Semua kita komentari. Dari postingan agama, politik, olahraga, budaya, ekonomi, dll.
Kita merasa paling tahu, paling benar tapi kata-kata yang kita sampaikan itu sering seputar laknat, atau kata-kata kotor. Berasa kita buka sosmed tiba-tiba kemampuan berbahasa kita hilang dan kita lupa apa yang kita baca dari Qur'an.
Ini hanya satu contoh bagaimana kita, dan terutama saya masih kesulitan dalam mengamalkan apa yang kita baca dari Qur'an.
Masih banyak sekali hal yang kita musti perbaiki.
Semoga Allah memberikan kita kemampuan untuk senantiasa bertobat dan melakukan perbaikan-perbaikan.