Cepat atau lambat hari itu akan datang. Aku seperti telah siap menghadapinya. Hari-hari yang menguras jiwa. Hari-hari tanpa kata. Niscaya akan selalu datang. Bagaikan tak bisa aku tolak, entah datang dari mana. Ia selalu hadir menimpa.
Aku menyiapkan diri. Tak banyak yang aku pikirkan lagi tentangnya. Hanya sepucuk tanya. Mengapa harus selalu seperti ini. Sedang dalam fikirku ada banyak jalan lain yang lebih menentramkan untuk ditempuh.
Kemudian aku harus mengunci kata-kata. Hingga aku perkirakan langit telah cerah seperti semula. Biru yang menenangkan. Tak lagi hitam yang menyesakkan. Aku menghampirinya dengan senyuman.
Angin ini sangat aku syukuri. Waktu-waktu ini begitu syahdu aku sadari. Tak tertebak entah apa yang menanti di depan sana. Kuhanya menggumamkan dzikir. Betapa aku telah berusaha ikhlas atas apa yang terjadi.
















