Semakin bertambahnya usia, haruslah bisa lebih tertib dalam menempatkan sesuatu. Memang, dewasa itu tak dipandang dari segi usia, namun seiring menuanya pribadi sudah menjadi keharusan untuk bisa memposisikan diri dengan segala apapun yang di hadapi.
Urusan dunia sangatlah menyibukkan aktifitasmu yang tak pernah usai. Setelah selesai dengan satu urusan, selalu saja ada urusan lain yang menghampiri. Begitu menyibukkan, tapi bukan berarti tak bisa di selesaikan. Hadapi semuanya dengan kemampuanmu, sampai tiba batasnya disanalah kamu boleh merasa lelah lalu beristirahat. Beristirahat bukan menyerah.
Berbeda halnya dengan urusan akhirat. Selain dengan kemampuan yang kamu punya, tidak sangat cukup untuk merasa terselesaikan semua urusan, karena bagaimana pun kemampuan itu batasnya. Dari sinilah kau harus mulai mengusahakan menyelesaikan urusan akhirat, meskipun sebenarnya urusan yang satu ini takkan pernah selesai, sampai tiba nanti di tempat timbangan Tuhan. Kuncinya usaha, karena usaha tak memiliki batas.
Karena manusia memiliki berbagai kemampuan, tapi hanya beberapa yang ia mampu. Tapi manusia tak ada yang bisa menghentikan untuk menggapai impian, ketika kemampuannya yang memiliki keterbatasan, ia masih satu hal yang siapapun tak dapat menghentikan, yakni mengusahakan.













