Anda takut tertinggal?
Di saat para pelajar harus menimba ilmu di rumah saja, mungkin mereka ingin kembali belajar tatap muka agar tidak tertinggal secara akademis
Di saat seseorang cuti kuliah karena tak mampu menanggung mahalnya UKT di tengah resesi ekonomi, mungkin ia mengira bahwa ia akan tertinggal dalam waktu kelulusan
Di saat sebuah negara harus menghentikan segala aktivitas pariwisata selama pandemi, mungkin sang pemimpin takut tertinggal dengan negara-negara lain di bidang ekonomi
Anda takut tertinggal? Coba kita ingat-ingat masa-masa sebelum pandemi...
Apakah dulu kita rajin menambah hafalan Al-Quran? Apa Anda tak takut tertinggal dengan para hafiz cilik?
Apakah dulu, kita rajin tilawah dan muraja’ah tiap hari? Apa Anda tak takut tertinggal dengan para calon penghuni surga yang tiada hari berlalu tanpa melafazkan ayat suci
Apakah dulu kita rajin sedekah dengan kecanggihan aplikasi digital masa kini? Apa Anda tak takut tertinggal oleh pemulung sampah yang menjadi penyumbang masjid tiap hari?
Ini bukan tentang kapan pandemi ini selesai, ini tentang banyaknya manfaat yang perlu kita ukir selama raga masih menghela nafas















