Cinta itu buta dan tuli.
X : Cinta itu buta dan tuli!
Y : Karena dia tidak mempunyai mata dan telinga. Ia hanya mempunyai kaki untuk menuju hati.
X : Tak melihat tak mendengar.
Y : Iyalah, udah dibilangin enggak punya mata dan telinga.
X : Namun datangnya dari hati.
Y : Ya iyalah! Siapa yang bilang dari jantung?
X : Tak bisa dipungkiri.
Y : Kalo benar kenapa harus dipungkiri, ya kan?
X : Itu benar memang benar.
Y : Ya emang benar kali!
X : Cinta itu ruang dan waktu.
Y : Karena cinta membutuhkan sebuah ruang dan waktu.
X : Tak sekejap harus mau.
Y : Kalo langsung mau berarti bukan cinta.
X : Cinta butuh ruang yang sepi.
Y : Kalo ruangnya rame, nanti cintanya jadi panas dong.
X : Tuk mengutarakan hati.
Y : Kok diutarakan? Kenapa enggak diselatananin aja? !
X : Kamu aku bincang bincang.
Y : Bincang apaan?
X : Mau bilang cinta.
Y : enggak kenapa-kenapa kok, bilang aja.
X : Tapi takut salah.
Y : Apa yang ditakutkan dari cinta?
X : Bilang tidak, ya?
Y : Bilang aja.
X : Bilang tidak, ya?
Y : Ya udah, tinggal bilang aja kok.
X : Mau bilang sayang tapi bukan pacar.
Y : Sayang harus dengan pacar?
X : Tembak tidak, ya?
Y : Tembak aja, pasti sakaratul maut! Haha...











