4 Orang Jadi Korban Copet Saat Kunjungan Anies Baswedan di Kota Serang
SERANG – Kawanan copet memanfaatkan momen berdesak-desakan saat kunjungan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. Korbannya, empat orang warga yang menghadiri safari politik Anies di Kota Serang.
Berdasarkan pantauan, setidaknya sudah ada empat orang yang menjadi korban pencurian handphone saat mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan Capres Anies Baswedan ke Kota Serang.
Salah satu korban…
Copet Beraksi dalam Kerumunan Penggembira Muktamar ke-48 Muhammadiyah
Copet Beraksi dalam Kerumunan Penggembira Muktamar ke-48Â Muhammadiyah
KAPOL.ID — Di tengah suasana gembira warga persyarikatan Muhammadiyah sedunia di Surakarta, ada copet yang membuat noda. Beberapa penggembira kehilangan dompet, handphone dan barang berharga lainnya.
KOKAM asal Kabupaten Tasikmalaya menemukan kejadian tersebut di Gerbang F Pintu 9 Stadion Manamahan Solo. Stadion ini sebagai lokasi pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, Sabtu…
Copet Turis Asing yang Mabuk di Bar, Pria Pengangguran Ditangkap
Copet Turis Asing yang Mabuk di Bar, Pria Pengangguran Ditangkap
Mangupura, baliwakenews.com
Pencopet yang kerap beraksi di Sand Bar di Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Canggu, Kuta Utara, Badung, ditangkap polisi. Tersangka bernama Sony Cahyono berusia 34 tahun itu mengaku mencopet karena menganggur.
Kapolsek Kuta Utara Kompol Ni Putu Diah Kurniawandari mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan laporan sejumlah wisatawan asing yang kehilangan barang…
08 Mei 2022, Kepulangan dari Batam-Jakarta yang jadi banyak cerita yang jadi untaian hikmah dari dompet dan copet, ditulis dengan tujuan menjadi pengingat, melepaskan rasa sesak dan bete yang ada, dan mungkin bisa bermanfaat bagi sesama yang membaca.
Jangan pelit, jangan kehilangan, dan masih banyak orang baik
Pelajaran Pertama : Jangan terlalu pelit dan sabar menunggu
Kejadian Pertama : Begitu nyampai dibandara soekarno hatta langsung mencari alternatif transportasi umum, biasanya aku akan naik damri (dengan tujuan menghemat ongkos) tujuan pasar minggu dan turun di halte perdatam baru lanjut dengan taksi secara barang bawaan cukup besar. Hari itu ongkos maxim Rp.185.000, ongkos gojek dan grab ada disekitar Rp.230.000, ongkos damri seperti biasa disekitar Rp.80.000. Tapi hari itu antrian damri panjang sampai 4 baris dan kemudian aku nge-ide naik bigbird dengan ongkos Rp.65.000 ke Blok M. Hari itu aku merasa mendapat pencapaian tertentu yakni berhemat dan menguasai alur Jakarta. Â
Pelajaran dimulai ketika turun di Pasaraya Blok M, ongkos gocar menuju tempat tinggal Rp.55.000 dan kemudian aku kembali nge-ide untuk naik busway saja dengan ongkos Rp.3500. Malapetaka mulai disini, sebenarnya aku sudah menyusahkan diri sendiri dengan seret menyeret koper, turun tangga ke terminal, naik lagi untuk ke pintu busway. Aku inget dulu ketika Kak Dhana kehilangan laptop di Stasiun Tebet aku bisa ceramah bilang “pakai tas yang aman lah jangan yang g ada resletingnya gitu”, aku melakukan hal yang sama, setelah mengeluarkan kartu Jaklingko dengan seenaknya aku langsung memasukkan dompet kedalam tas yang tidak ditutup, kejadian selanjutnya sudah bisa ditebak.
Pas duduk maksud busway kok tasnya lebih enteng, mau ribut panik juga antara mikir : yah dompetnya gak bakal balik, gak tau ilangnya pas naik atau malah justru pas menuju pintu busway, nanti penumpang malah gak nyaman dan justru malah nyalahin “ngapain bawaan udh gede gitu naik busway”. Alhasil aku menempuh sisa perjalanan dengan merenung, mencari segala informasi di internet untuk mengurus hal-hal yang ilang, nasib apes semua ada di dompet : KTP, NPWP, BPJS, SIM, ATM, Credit Card, dan Uang Cash untuk 2 minggu hidup.
Ketika buat laporan ke supir busway, bapaknya juga cuman bilang “wah sudah itu mbak selamat gak balik”, hal yang sama juga terjadi ketika aku telpon ke hotline transjakarta 1500102 yang bilang “1x24 jam kalau tidak kami hubungi berarti barangnya tidak ketemu ya mbak”, di twitter juga langsung dibalas.  customer servicenya transkjakarta bisa dibilang cukup menenangkan dan gak ribet.
Selesai menulis kisah ini aku masih membayangkan seandainya aku naik maxim/gocar/grab dari awal di bandara mungkin gak perlu capek dan dompet gak perlu hilang, hal demikian juga mirip kalau misalnya aku naik transportasi tersebut dari Pasaraya blok M, atau kalaupun naik busway aku lebih mengamankan dompet atau bersabar tidak naik saat kerumunan mungkin kejadiannya akan lain. Sampai hari ini aku masih membayangkan bagaimana nasi banak rantau sepertiku kalau kehilangan barang, mau dikembalikan dompetnya juga gak ada kontak terbaru dijakarta. Aku juga membayangkan apa yang dipikiran pencopet, seberapa kepepet hidupnya sampai harus mengambil duit orang lain dan merasa dia lebih layak, gimana kalau kondisi orang yang diambil kayak aku yang baru saja kemalangan, masih punya utang, gaji belum cair jadi sampai sekarang masih suka doain yang jelek2 si pencopetnya.
Pelajaran Kedua : Jangan Kehilangan
Kejadian Kedua : Dampak dari kejadian hilang dompet maka harus mengurus hal lain-lain untuk diganti kembali, jadi kehilangan itu butuh energi untuk melepaskan dan menjalani. Hari pertama masuk kantor memutuskan untuk izin keluar untuk mengurus surat kehilangan ke kepolisian. Setelah search google maps memutuskan untuk ke Polsubsektor juanda.Â
Selipan pelajaran tambahan adalah jangan percaya dengan google maps di Indonesia karena kadang perubahan alur, jam operasi, eksistensi itu suka gak update. Ketika memutuskan untuk menghemat ongkos jalan kaki (kalau pagi ke Polsubsektor takutnya belum buka atau masih apel), 600 meter menjadi sia-sia ketika ternyata bentuk Polsubsektor tu kayak bangunan tukang terabaikana, dan akhirnya dibantu tukang sapu jalanan kasih tau untuk ngurus bisanya ke polsek sawah besar.Â
Jaraknya 1.3km dari Juanda, memutuskan naik gojek dan sampai di lokasi alhamdulillah proses berlangsung lancar dan surat kehilangan langsung terbit tanpa biaya (walau sejujurnya agak gemes liat bapaknya ngetik pakai dua jari, tapi salut juga semangat kerja dan melayaninya). Untuk percepat layanan sudah siapkan list nomor kartu/rekening yang kehilangan jadi nanti tinggal disebutkan. Aku kurang paham ini Pak Polisinya yang kebaikan tapi sepertinya memang perlu untuk mendapat surat kehilangan sejumlah dokumen yang mau diurus.
Masih ada sisa waktu akhirnya memutuskan untuk ke Disdukcapil Jakarta Pusat dengan menyiapkan surat kehilangan, FC ktp, FC kk, sesuai tagline 15 menit pelayanan bahkan kurang dari 15 menit aku langsung dapat nomor yang dihubungi untuk cek proses pencetakan E-KTP kembali.Â
Masih ada sisa waktu akhirnya memutuskan ke CIMB Niaga KCP Jakarta - Suryopranoto dan dikejutkan padahal waktu masih 14.10 terus dipintu kaca tulisan layanan 16.00 demikian juga di Google Maps. Ketika masuk pintu sudah langsung dicegat bahwa tidak menerima layanan lagi (positif thinkingnya mungkin karena dia kantor cabang pembantu). Alhasil pesan gojek lagi dan minta ditungguin untuk ke CIMB Niaga KC Jakarta Pintu Air yang meski di googlemaps tertulis tutup jam 15.00 ternyata aku sampai 14.45 mereka masih menerima layanan.
Tapi memang pelajaran utama itu kehilangan itu tidak mudah yang diakibatkan kurang search mungkin. Ternyata sampai sana tidak bisa mengurus ATM karena harus menggunakan KTP asli atau blanko penganti KTP, karena lagi sedih kehilangan udah agak bete aja “ya allah kan KTPnya lagi ilang, kalau ada mah gak bakal ngurus ginian juga”. dan kemudian untuk Credit Card bahkan gak bisa diurus di KC tersebut tapi harus menghubungi call center untuk bagian kredit tersendiri.
Sekitar Rp.80.000 pulsa telepon melayang untuk mendengarkan alur contact customer service mulai dari salam, pilihan layanan perbankan, laporan kehilangan, masukin nomor dst. Aku harus 4 kali nelpon CS karena kurang pemahaman. Telepon pertama berakhir karena aku menggunakan dual sim dan menghubungi bukan dari nomor yang terdaftar sehingga tidak bisa diberikan OTP. Telepon kedua berakhir karena aku salah menghubungi dimana seharusnya 14041 aku menekan nomor 2 untuk laporan kehilangan dan 1 untuk kartu kredit, sedangkan yang benar harusnya setelah 14041 tekan nomor 9 untuk layanan perbankan dan 1 untuk kartu kredit. Telepon ketiga berakhir karena pulsa habis dan belum selesai untuk kroscek data. Telepon keempat hampir berakhir karena katanya dari aplikasi mobile hanya blokir sementara harus menunggu 3 hari untuk blokir permanen, alhasil aku tawarkan alternatif untuk ku buka saja blokirnya dan mereka langsung blokir permanen. Alhasil telepon keempat berbuah tanggal pasti untuk menanti pergantian kartu.Â
Kalau untuk pengurusan kartu ATM OCBC ceritanya lain lagi, dengan pede gojek ke KC Pintu Air yang ternyata sudah tutup tapi masih ada di google map, trus pergi lagi ke daerah gambir juga yang ternyata juga sudah tutup, alhasil terdekat didaerah hayam wuruk. baru selesai mengurus. Tapi nicenya pelayanan OCBC meski mereka gak bisa bantu pengurusan kredit tapi ada telpon CS yang bisa dipakai jadi pulsa ku tidak terkorbankan.Â
Pengalaman ngurusin berkas-berkas ini inget lagi tulisan ku tentang birokrasi disini, birokrasi yang diciptakan untuk keamanan dan ketertiban terkadang buat masyarakat awam jadi menyusahkan.
Pelajaran Kedua : Masih banyak orang baik
Kejadian Kedua : Ditengah apesnya kehilangan dompet, masih ada penumpang dan supir yang menghibur begitu mengetahui saya kehilangan barang. Masih ada Kak Dhana dan Jodi yang gak ngomelin tapi langsung nyuruh langkah taktis penanggulangan kehilangan sama nalangin uang makan. Masih ada Ma’ruf yang langsung ngirimin gopay meski ku bilang gak mau kupakai tapi akhirnya dipakai juga buat makan. Masih ada Teman CPNS yang ngingetin nyari polsek terus juga ngasih pinjaman karena dia bilang mana tau ada biaya admin (Koplaknya duit gak kepakai karena di Polsek juga gak dminita, terus pas balikin ke teman dia kaget karena dia kira hanya minjemin 50rb tapi ternyata itu 100rb karena itu juga uang terakhir dia), Masih ada orang tukang printer yang baik karena uang pinjamanku pecahan 50rb tapi print KK cuman 1rb bapaknya bilang “sudah mbak gak usah bayar” lalu kemudian mas-mas sebelah karena liat aku pegang surat kehilangan justru bilang “pak biar saya yang bayar aja”, dan mbak-mbak customer service OCBC yang bilang “turut sedih atas kehilangannya ya bu”, tambahan terakhir bapak-bapak yang katanya nemu BPJS, NPWP, SIM, Kartu Golongan Darah, sama Kartu nama saya yang bela-belain ngegojek buat nganter langsung dan cuman bisa dikasih cemilan
P.S : Selesai ditulis dengan KTP, ATM, dan NPWP baru diterima (alhamdulillah terlepas kekurangan informasi dan alur jadinya cukup cepat) menunggu pengurusan BPJS, kartu kredit, dan SIM. Kata orang ketika dengar cerita dompet dicopet adalah "welcome to jakarta LOL"Â Â
Diduga 2 Pelaku Copet di Pasar, yang Wanita Ditangkap Warga di Pasar dan yang Pria Berhasil Kabur
Diduga 2 Pelaku Copet di Pasar, yang Wanita Ditangkap Warga di Pasar dan yang Pria Berhasil Kabur
Pekalongan, Sumbarlivetv.com – Telah tertangkap pelaku copet di pasar yang diduga ada 2 pelaku yang satu pria dan yang satu nya wanita pelaku pria berhasil kabur kejadian di Pasar Sragi kabupaten pekalongan, (13/06/2021) minggu.
2 pelaku tersebut punya peran masing-masing yang pria sebagai tukang copet dan yang wanita berperan sebagai ibu-ibu yang menawar dagangan di lapak sayuran.
Namun aksi si…
Mencoba Kabur, Copet Viral di Pantai Losari Makassar Ditembak Polisi
Mencoba Kabur, Copet Viral di Pantai Losari Makassar Ditembak Polisi
BERITA.NEWS, Makassar – Polisi menangkap pria yang diduga kerap mencopet sekaligus menjambret di kawasan wisata Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menembak pelaku, Sakkir (40) lantaran melawan.
“Dilumpuhkan itu setelah kami tangkap di Rajawali. Dilakukan pengembangan ke pihak yang lain, dia mencoba melarikan diri. Maka kami dari pihak kepolisian melakukan tindakan tegas…
Tolong di bantu disebar.in begini cara copet berkerjasama berkelompok mencopet. #copet • • • • • • Terjadi pencopetan di swalayan Mall Panakukang Makasar pelaku mengambil hp di tas adek saya (06/06) Kiriman: Netizen (at Makassar) https://www.instagram.com/p/CPx8wuUj2Yj/?utm_medium=tumblr