Terkadang, diam memang lebih baik daripada banyak mengeluarkan argumen. Karena semua yang kita katakan malah bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

seen from Spain

seen from Japan

seen from Austria

seen from Austria

seen from Israel

seen from Austria

seen from Russia
seen from Japan
seen from Yemen
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from Bahrain
seen from Türkiye

seen from Austria

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Israel
Terkadang, diam memang lebih baik daripada banyak mengeluarkan argumen. Karena semua yang kita katakan malah bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.
Ada yang sedang coba kuretas dalam kegamangan sore menuju malam. Pesanku untuk dirimu yang kini telah menduduki tahta di hatiku. . Bertahan itu tidak mudah. Ego kerap kali menguasai menyuruh hati untuk berpindah. Pun memenangkan rindu itu tak sesepele mengatakanya "aku rindu kamu". Kita perlu berhadapan dengan banyak hal, bukan hanya gejolak jiwa masing-masing kita. Melainkan lebih dari itu, lingkungan sekitar kita. . Orang tuamu, orang tuaku, sahabat-sahabat kita, mungkin juga orang yang tidak menyukai aku dan dirimu. Pada satu titik, mungkin kau pernah ingin menyerah. Meletakan bawaan di pundak mu karna mungkin kau mulai lelah. Tak kuasa menggenggam tanganku yang semakin keras enggan kau lepas. . Pada satu titik aku pun pernah begitu. Tapi kembali kutangguhkan hati, bahwa yang indah jalannya tak mudah. Ketika senja itu mulai menua, dalam rengkuhanmu aku berdoa untuk kita. Untuk masa indah disuatu hari nanti. . Bukankah ada hal yang lebih penting dari sekedar mereka yang tak sepaham dengan kita, bukan? Kebahagiaan kita. Mereka tidak salah, hanya saja belum mengerti saja. Perjuangan yang kita lalui hingga mungkin mereka iri menyaksikan tawa kita. . Pada senja itu sayang, aku telah memilih mu dan jangan lagi pedulikan debu-debu yang mencoba menodai kita. Sebanyak apapun perkataan mereka yang menghujani kita, tak sebanding dengan usaha kita selama ini bukan? #usahauntukbersama1 #coretankata #puisiiniuntukmu #senjabersamamu #senjadimatamu #berduakitaada #katapuisii #kumpulansajak #katapuisi #relationshipgoals
Belajar memahami bahwa tak semua keinginan bisa terpenuhi adalah obat terbaik untuk mencegah kecewa dan sakit hati.
Sebuah kata yang tak mampu ku ucap dan rangkai dalam sebuah kalimat, Urungkan itu ketika mata dan wajah itu menatap.
Mastin Rusmala 1 juni 2018
Engkau serupa senja, dan aku adalah hujan di bulan Januari. Pada sang waktu kita berdua bertanya, kenapa jumpa tak kunjung datang pada kita • • • • • #senja #coretankata #tulisanthia #thiakepadathia #iphoneography #iphonephotography #meitupic #vsco #vscocam (at Jabung Sawit Boyolali)
Oh Indonesia
oh indonesia disini aku dilahirkan disini pula aku dibesarkan ditempat ini aku menikmati senja, dikala hujan badai sekalipun oh indonesia negeri yang kucinta tapi, tapi tapi saat ini aku berduka atasmu sebab rakyatnya, wakil-wakilnya, pemimpinya berjalan di nadimu dengan kesombongan, keserakahan, kemunafikan dan menyebarkan virus kebencian oh indonesia pemuda dibuat seperti bayi, disuapi berita tak bergizi dan tak jelas dari mana para penuntut keadilan malah dijahili bahkan diadili para pembawa kebenaran dibuat diam karena takut dikebiri oleh penguasa yang tak bernurani parah yaah? oh indonesia bicaralah! bahwa kau tak suka, kau terluka dagingmu, darahmu diambili terus menerus tanpa menunggu regenerasi kita bisa mati! bila hanya jadi seorang apatis apalagi pesimis yang hanya diam dan bungkam! Firmansyah T
Terbenam Dalam Kelam
Bumi melihat sinis ketika seonggok daging bernama datang dengan keseragaman, jika harus diutarakan mungkin bumi lebih suka mendekati matahari sampai terlihat hitam dan membakar keseluruhan. Bumi berbicara tentang gaya hidup, tentang sinetron panjang yang menaungi usia sampai padam. Mentari masih saja menerangi para buruh yang berjibaku untuk naik haji, awan masih saja menaungi para pelacur yang berjalan dengan tenang, hutan masih aja memberikan kekayaan pada ilustrasi semu tentang sistem yang pemerintah tularkan, bumi masih saja santai mereka injaki dan berlaga seakan kesederhanan berubah tanda menjadi gaya hidup yang konsumtif. Sebenarnya dunia ini terbelenggu asa yang membeku dan entah kapan harus berlaga lugu seakan tak mengenal ilmu baru. Seisi bumi membicarakan tentang bagaimana kemewahan harus diselenggarakan secara tidak wajar, secara merampas, menumpas dan mempeti-kemaskan harta yang berlimpah. Sebenarnya bumi ini sudah mulai terbenam, masyarakat sudah mulai padam. Tentang apa yang nenek moyang kita ajarkan, melalui kitab dan ajaran Tuhan, tentang risalah yang nenek moyang kita sebarkan, melalui berlembar suhuf yang menuntun kita untuk benar. Sebenarnya hati ini mulai membeku, mulai tak padu dengan apa yang telah di setting oleh pikiran dan ajaran Tuhan. Bumi melihat kemewahan adalah bukti keseragaman yang tidak wajar, lantas saja bumi semakin memporak-porandakan isi perutnya, bumi sudah gerah, mungkin jika ia bisa mengatakan keluh kesahnya kepada Tuhan, ia ingin menumpahkan semua kemewahan yang tercatat pada selembar nota yang tak bertuan. Mentari semakin mendekati malam, awan biru berubah hitam dan pekat dengan kelam, gaung yang terdengar diantara bukit barisan yang berbaris dengan deretan nisan mulai meneriakan ketiadaan. Mereka gerah, tentang apa yang tercatat mewah melalui keringat tulang yang mereka dapati lewat pembunuhan semu sepenggal kepala bayi tak berdosa, tubuh yang lemah, kaki yang bernanah dan jiwa yang gelisah. Jika harus berbicara marah, aku lebih suka mengucurkan asumsi pada labirin kata yang menuntut untuk dibaca jika ingin terbuka mata dan hati yang berkaca. Buat apa bermewah-mewahan jika harus menghakimi makhluk yang tak berdosa, lebih baik hidup dalam kesederhanaan yang dapat mensejahterkan kehidupan umat, kehidupan seonggok daging yang mempunyai nama dan berwarna.