Fase Kejutan
bahkan ketika duduk disuguhi kopi sama jajan sama yang punya rumah. sikap dalam mendengarkan mempengaruhi penaknya nyemilin hidangan gratis, nikmat, yang punya jadi tawadu berkisah.
ya, sebagai orang awam, listening dan understanding harus menjadi sikap yang orisinil saat yang lebih tua pengalamnnya-cerita. mas bro anton sama mas bro nanto dan pak bro idris, sebut saja begitu lah.
betapa tidak, sudut pandang ekonomi menjadi buah bibir yang paling gemar dibahasakan. hal ini yang menjadi objek survive para balita (bawah lima-puluh tahun) yang masi segar bugar, sehat, maupun sudah ber-anak melanjutkan impiannya. susah senang hal biasa. ngutang kredit jadi anniversary bulanan. dan karakter bole beda sama pasangan. yang penting visi sama. ingat ya, penting.
tadi mas bro anton, pak anton si kudu manggilnya. background sarjana guru olahraga. ngajar setaun namun beliau kerja di perusaan total ampe sekarang. kerja di total ces. sarjana guru olahraga kerja di total. totalin aja dah.
katanya, sudah mematahkan puisi para orang tua yang bernada, “mau kerja apa to kuliahnya jurusan olahraga” . logika manusia awam yang nulis pun bernada sama. logis. tapi beliau berhasil. ya. itu singkat. sangat singkat tadi dia cerita. namun perjuangan mas bro bukan hasil dari singkatan semata wayang.
dia ditawari kerjaan oleh orang berpangkat senior enginer, katanya. gara-gara beliau suka bermain basket, pinter, baik, ya seperti itu. murid pun suka saat mas bro anton mengajar. dan kebetulan yang mengajak beliau suka sama basket. nah, diajaklah tuh orang. nikmatnya. untuk seorang #pekerja . jadi sambil kerja. sambil main basket.
takdir memang tidak harus profesional. kejadian tidak musti linier dengan kepiawaian di satu bidang ilmu. bukan berbanding terbalik. bukan pula mengalir. ini benar-benar pilihan yang menjadi takdir. cetar.
udah malem ngantuk e. padahal mas bro nanto crita bagus juga e. “jangan menyepelekan pelanggan pertama”. “pelangganmu pun bisa menjadi marketingmu”
kutulis aja sudah biar ga lupa.













