Cuplis aka Cutepy sekarang jadi kucing paling gendut di rumah. Makannya gak rewel, hobinya tidur. Beda banget dengan emaknya, Roro, yang hobi kelayapan.

seen from United States

seen from Sweden
seen from Finland
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Australia

seen from Yemen

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Australia

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from United States
Cuplis aka Cutepy sekarang jadi kucing paling gendut di rumah. Makannya gak rewel, hobinya tidur. Beda banget dengan emaknya, Roro, yang hobi kelayapan.
Sudah hampir dua minggu ini Cuplis sakit dan menolak untuk makan. Awalnya dia hanya tiduran di atas mesin cuci, terus pindah ke atas kulkas yang ada kardusnya. Belakangan aku temukan kardus itu basah dan ada kotoran, makanya aku pindah. Ternyata dia tetap bertahan. Mungkin karena hawanya hangat di sana. Tapi dia tidak mau makan apapun yang kami beri - ikan, wet food, dsb - meskipun masih sesekali minum.
Tiga hari berikutnya Cuplis pindah ke lantai atas. Entah mengapa dia memilih tempat yang tidak lazim dan sempit ini. Beberapa kali aku coba pindahkan, dia tetap kembali ke pojokan ini. Karena tidak mau makan, kami hanya bisa memberinya vitamin. Pernah aku coba memaksa menyuapkan makanan ke mulutnya, langsung ingin dia muntahkan. Jadi ingat waktu Cemong sakit :(
Badannya sudah sangat kurus dan kami sudah pasrah dengan kondisinya. Cuaca akhir-akhir ini sering hujan, dan kesibukan kami membuat kami belum sempat membawanya ke dokter yang lokasinya agak jauh dari rumah.
Dua hari lalu dia sempat turun dan seperti meminta makanan dan mencoba makan dry food juga. Wah, perkembangan yang baik kalau dia sudah mau makan. Tapi sangat sedikit dan sepertinya fisiknya belum membaik.
Kucing ini sangat senang kalau berhasil meloloskan diri keluar rumah, karena memang dasarnya dia kucing liar yang lahir dan tumbuh di luar ruangan (outdoor). Begitu keluar, dia akan menjelajah dengan hal baru dan berguling-gulingan di jalanan. Berbeda dengan abangnya yang hobi berantem dan keluyuran mencari musuh, dia hanya bermain di sekitar rumah, dan akan langsung mendekat saat aku memanggilnya.
Seringkali, saking nafsunya ingin bermain di luar, Cuplis berusaha memanjat teralis besi yang ada, berharap ada celah di atas dan tentu saja dia akan kecewa. Tapi dia tidak pernah menyerah, terus mengulangi tindakannya ini.
Cuplis dan Kucrut sedang asyik makan siang, sementara Ujo masih belum sepenuhnya terbangun dari tidurnya di atas lemari baju.
Kucing-kucing sudah paham kalau dilarang masuk kamar, tapi tetap saja ngotot masuk. Giliran ketahuan langsung ngacir keluar.
Catatan Sehari-hari
Kabur Lewat Jendela
Pagi-pagi istriku mendapati jendela ruang tamu terbuka dan tampaknya beberapa kucing keluar rumah. Yang pertama kali diketahui adalah Ucil, dan untungnya Lolo masih ada di dalam rumah.
Tak lama kemudian Ucil pulang dalam keadaan basah karena sejak semalam hujan turun deras dan masih menyisakan gerimis di pagi hari. Selanjutnya Cuplis juga menyusul pulang, dan langsung masuk rumah begitu pintu dibuka.
Karena pagi ini cukup sibuk, aku tidak sempat mendata siapa saja yang kemungkinan keluyuran di luar. Asalkan Lolo dan Lilo masih di dalam rumah, lumayan tenang.
Setelah agak lama dan aku sudah memberi sarapan para kucing, terdengar suara Kleo mengeong. Oh, rupanya dia ada di loteng rumah, dia ikut keluar lewat jendela. Ada celah di plafon dekat dapur yang memungkinkan kucing bisa melihat aktivitas di dalam rumah. Beberapa kucing akan memilih mengeong ketimbang pulang dan minta masuk di depan rumah. Beberapa kali Kleo bersikap demikian, dan cara tercepat menyuruhnya masuk ke rumah adalah dengan membukakan pintu di lantai dua.
Begitu aku membuka pintu, tanpa dipanggil Kleo langsung masuk rumah, kelaparan hehehe.
Kleo Dihukum
Di rumah ada dua kucing yang bandel suka spray sembarangan : Ucil dan Cuplis. Siang ini aku jengkel banget dengan Cuplis yang berkali-kali spray di benda-benda apapun. Akhirnya aku omelin dan semprot dengan air.
Nah, sepertinya Kleo bisa menyadari kalau Cuplis sedang diomelin dan berbuat ulah. Termasuk ketika Cuplis sedang berantem dengan Lilo. Kleo mulai mencari Cuplis dan ingin menghajarnya. Karena aku menyuruh Cuplis untuk pergi ke lantai atas, Kleo ikutan naik ke lantai atas. Tujuanku menyuruh Cuplis ke atas agar dia terbiasa buang hajat di toilet pasir. Melihat gelagat Kleo, aku penasaran ikutan ke atas.
Ternyata benar dugaanku. Cuplis memang sempat kencing sebentar, seperti yang biasa dia lakukan kalau aku “memaksa”nya ke toilet pasir. Saat melangkah keluar dari toilet pasir, Kleo langsung menyerang Cuplis. Untung aku sudah siap, termasuk dengan gayung berisi air. Aku langsung siram Kleo, tapi sepertinya tidak terlalu berpengaruh buatnya. Dia tetap berniat mengejar Cuplis, dan segera bisa aku tangkap. Aku slentik beberapa kali, tapi sepertinya tidak terlalu ngaruh. Sepertinya Kleo tidak terlalu merasa bersalah. Jadinya untuk beberapa saat aku mengurungnya di dalam kamar mandi hehehe.
Entah apakah hukuman itu membuatnya jera atau tidak. Aneh aja, Kleo tampaknya sangat sebel dengan Cuplis. Mungkin karena kebiasaannya yang suka spray sembarangan itu. Mungkin juga karena Cuplis dianggap kucing asing, karena memang Cuplis tumbuh dewasa di luar rumah.
Barusan Cuplis dan Lilo kembali berantem heboh. Tampak beberapa luka cakaran di kepala kedua kucing jahe itu. Heran kok gak bisa akur juga.
Catatan Sehari-hari