Tazkiyatun Nafs : Finding (Real) Happiness with Quran
Sabtu lalu ikutan rangkaian kelas online dengan tema Balancing Your Life. Kelasnya gratis, dalam rangka persembahan 1 tahun @frasa-in. Kelas pertama bahas tentang Tazkiyatun Nafs bersama Ustadz Dr. Atabik Luthfi, M.A.
Bahagia, satu kata yang dicari maknanya oleh banyak orang. Dikejar dengan berbagai cara, diupayakan dengan bermacam bentuk. Kebahagiaan sejati dengan Alquran yang diperoleh melalui Tazkiyatun Nafs adalah bahasan yang disampaikan pemateri pada kelas pagi itu.
Sebelum mengejar kata bahagia yang pertama perlu kita lakukan adalah menetapkan goals.
Kita dituntun oleh Allah untuk menetapkan matlamat/goals apa yang sesungguhnya kita inginkan dalam kehidupan dunia ini. Sejatinya cerminan kebahagiaan akhirat kita adalah apa yang jadi kebahagiaan dunia kita. Misalnya di dunia seseorang bahagia karena tetap teguh dalam ketaatan dan mengajak pada kebaikan, maka hal yang membuatnya bahagia di dunia itu kelak akan membawanya mendapatkan kebahagiaan akhirat. Kalau kebahagiaan dunia kita salah, kelak di akhirat tidak akan kita temukan kebahagiaan. Jadi kejar bahagianya bukan cuma untuk di dunia saja tapi juga untuk kehidupan abadi di akhirat nanti. Sebaik-baik pedoman meraih kebahagiaan adalah Alquran yang menuntun untuk meraih goals/matlamat tertinggi, kebahagiaan paripurna, yang berasal dari kebahagiaan di dunia.
Bahagia yang kita kejar di dunia ini adalah deep happiness, not shallow happines.
Bahagia yang mendalam bukan bahagia yang dangkal. Bahagia dengan alquran adalah bahagia yang mendalam, tidak berkurang meskipun tergerus waktu. Berbeda dengan harta yang seiring waktu bisa berkurang. Semakin kita mendalami quran, semakin kita akan mendapatkan kebahagiaan. Perkuat interaksi bersama quran dengan tilawah dan taddabur, maka insya Allah kita akan mendapatkan deep happiness.
Bahagia yang kita damba adalah deep happiness, not pseudo happiness.
Bahagia yang real, hakiki, dan sejati bukan bahagia yang semu. Kita yakin ada kebahagiaan yang hakiki dengan karunia dan rahmat Allah, seperti firman-Nya kepada Rasulullah dalam QS. Yunus : 58 "Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”
Alquran adalah karunia Allah dan sebagai nikmat terbesar. Kalau kita belum bahagia dengan Alquran yang salah bukan Alquran tapi hati kita. Rahmat yang bisa memperkuat adalah iman, cinta Allah, dan surga. Inilah bentuk kebahagiaan yang dalam, yang sulit untuk diungkapkan karna dalamnya bahagia yang dirasa.
Tazkiyah berarti penyucian atau pembersihan, nafs berarti jiwa atau diri manusia. Namun karena potensi kebahagiaan ada didalam hati, maka para ulama memahami Tazkiyatun Nafs lebih kepada hati. Tazkiyatun nafs berarti menyucikan jiwa dari 3 hal yaitu noda syirik, kemaksiatan dan dosa serta penyakit hati. Alquran sebagai penawar dan obat dari penyakit di dalam dada. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman". QS Yunus : 57.
Bagaimana Alquran bisa menjadi penawar? Dengan membaca, memahami artinya, dan mengamalkan. Lalu minta pertolongan pada Allah untuk dibimbing dalam memahami Alquran dan diberikan ketetapan hati supaya setiap interaksi kita dengan Alquran dapat memberikan ketenangan.
Kenapa Tazkiyatun Nafs?
Tazkiyatun nafs adalah salah satu tugas Rasulullah. Kata ulama-ulama tafsir, tujuan Al-Quran adalah menyucikan mereka yang membacanya. Sahabat-sahabat nabi disucikan oleh Rasulullah SAW dengan membaca ayat-ayat Al-Quran. Ayat tentang ini terdapat dalam QS. Al-Jumu’ah : 2 dan QS. Al-Baqarah : 151.
Tazkiyatun nafs adalah sebab Al-Falah (keberuntungan/kebahagiaan). Disahkan oleh Allah setelah bersumpah 11 kali berturut-turut dalam Surah Asy-Syams ayat 7-10 : "Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya. maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu),dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
Tazkiyatun nafs adalah ibarat membersihkan dan mengisi bejana. Jika bejana kotor, meskipun diisi dengan air jernih, air akan menjadi kotor. Dan meskipun penuh minuman lezat, tidak ada yang mau minum karena tempatnya kotor. Demikian sebaliknya, jika bersih akan nampak ketika diisi air jernih. Bahkan bisa diisi dengan jenis minuman yang baik: teh, jus, kopi, dan sebagainya jadi lebih nikmat. HR Bukhari dan Muslim : “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.
4 poin praktek tazkiyatun nafs :
Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi bagaimanapun (QS. Al Baqarah : 191, QS An-Nisa : 103). Dzikir merupakan praktek Tazkiyatun Nafs yang dilakukan para sahabat. Imam Nawawi mengatakan dzikir paling utama adalah membaca Alquran (BerAlquran dalam berbagai aktifitasnya) tidak hanya dibaca tapi kita tadaburi, maknai serta ambil hikmah dan pelajarannya. QS. Ar-Ra’du : 28 “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.”
Bersabar bersama orang-orang shalih, karena akhlak dan perilaku seseorang dilihat dari perilaku kawannya. Bersabar ketika terus menerus diajak dan diingatkan untuk selalu berbuat kebaikan karena bertahan berada dalam lingkaran dan aktivitas kebaikan yang membawa kebermanfaatan lebih sulit dibanding bertahan melakukan kesia-siaan yang sebenarnya hanya membawa kebahagiaan sesaat. QS. Al Kahfi : 28 "Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.”
Bersungguh-sungguh (mujahadah) menghidupkan hati dengan berbagai amal shalih. Hati akan hidup saat kita banyak melakukan amal shalih dan akan mati saat jauh dari amal shalih. Allah membagi-bagi amal shalih antara hamba-hambanya seperti membagi rizki yaitu berbeda-beda. Amal shalih utama adalah berAlquran, setelah berAlquran silakan beribadah sesuai profesi (dokter, guru, dll). QS. Al-Ankabut : 69 “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (mujahadah) untuk (mencari keridhoan) Kami, maka Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” Kebahagiaan itu saat mampu melaksanakan semua amal shalih atau cabang-cabang iman. Iman cabangnya 70 lebih kata Rasul. Kesungguhan seseorang melakukan Tazkiyatun Nafs dengan memperbanyak amal shalih dan memperbaiki kualitasnya. Amal shalih ini syarat hatinya akan dijaga oleh Allah, dan Allah siapkan setiap amal ada pintu-pintunya. HR Ahmad : "Setiap amal kebaikan ada pintunya di antara pinti-pintu surga. Mereka akan dipanggil ke sebuah pintu surga dengan nama amalnya.”
Memohon pertolongan kepada pemilik dan penggenggam hati manusia. HR Muslim: “Ya Allah limpahkanlah ketakwaan pada jiwaku. Dan sucikanlah (jiwa) sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik dzat yang menyucikan jiwa. Engkaulah yang menjaganya serta melindunginya.”
Kebahagiaan hidup dengan tazkiyatun nafs, balasan bagi orang yang menyucikan diri adalah syurga ‘adn yang sangat istimewa. Dijelaskan dalam QS. Thaha : 76 "(yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri.”
Bagaimana kita mau bahagia kalau jauh dari sumbernya, Alquran?
Salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah adalah mendekat pada kalam-kalamnya, pada Alquran. Nikmat berAlquran bisa dirasakan oleh mereka yang imannya tinggi. Maka sudah jadi kewajiban kita untuk selalu berusaha meningkatkan derajat keimanan. Kita tidak hanya sekadar beribadah rutinitas tapi kita ingin menggapai nilai, kita ingin merasakan kebahagiaan dan kelezatan/kenikmatan beriman dan beralquran.
“Letak kebahagiaan manusia ialah pada semangatnya untuk meraih perkara yang bermanfaat bagi dirinya, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.” Ibnul Qayyim.
Bahagia yang sesungguhnya adalah deep happiness, kebahagiaan yang sejati dirasakan di dalam hati, yang sulit dungkapkan dalam kata. Semua kebahagiaan yang kita rasakan kelak akan Allah tanyakan pada kita di akhirat. Kalau sebab bahagia itu karena kebaikan maka Allah kekalkan, sebaliknya kalau karena kemaksiatan tidak akan Allah kekalkan kebahagiaan itu.
kajian lengkap bisa disimak, di sini.













