Dua Wanita, Mencintai Pria yang Sama
Malam itu akhirnya menjadi saksi percakapan keduanya.. Gadis yang memberanikan diri.. Suasana dingin, canggung, tegang.. Sepoci kopi hangatlah penawarnya..
‘Ibu” : “Aku bukan seseorang yang dengan mudah menyerahkan “harta paling berhargaku” padamu.. Itulah alasan kenapa aku harus menyelidikimu, bahkan dengan bantuan orang lain.. Penguntit yang berbahaya? ya, kau boleh menyebutnya begitu”
Gadis : “Ya, aku tahu.. Dan itu benar-benar menakutkan.. Karena itulah, aku sangat berhati-hati”
"Ibu” : “Berhati-hati? Berhati-hati dengan teman laki-lakimu itu? Sehingga aku tidak akan mengetahuinya? begitu?”
Gadis : “Teman laki-lakiku? Aku hanya bekerja sama dengannya, menjalankan bisnis.. Agar aku bisa mendapatkan uangku sendiri, agar aku bisa mandiri, agar kau tidak beranggapan bahwa aku hanya ingin uangmu, dan agar kau mengakuiku, sebagai orang yang layak berada disisinya..”
“Ibu” :”Kenapa kau begitu berusaha keras memahamiku?”
Gadis : “Karena kau dan aku mencintai orang yang sama.. Dia juga harta paling berharga untukku..”
















