Banyak bicara semakin banyak salah nya, banyak bercanda semakin kurang wibawanya,
Tak banyak bicara pun semakin dicari kesalahannya,...
Perbanyak mendengar, dan kurangi bicaranya.

seen from United States

seen from Maldives
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from China
seen from T1

seen from Maldives
seen from Sweden
seen from United States

seen from Spain
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Spain
Banyak bicara semakin banyak salah nya, banyak bercanda semakin kurang wibawanya,
Tak banyak bicara pun semakin dicari kesalahannya,...
Perbanyak mendengar, dan kurangi bicaranya.
Tidak semua yang kita anggap baik, menurut orang lain
Kenali simptom ni dengan lebih jelas 👏 #lapar #diamlebihbaik https://www.instagram.com/p/B70PfzIJphD/?igshid=iivvg0njhrre
Jangan bacrit (banyak cerita) tanpa faidah, buang waktu namanya. #diamlebihbaik #adabbicara #islamsempurna #sunnah #salaf https://www.instagram.com/p/BzhIZPuBHH9/?igshid=124bdglcgslrt
Menjaga Lisan
Ini yang selalu menjadi tamparan dalam hidup Saya, banyak sekali hikmah yang Saya ambil dari setiap kegiatan yang Saya jalani ini.. Salah satunya mengenai ini, inilah yang dicari, inilah yang menjadi tujuan dan semoga istiqomah.
Bismillahirrohmanirrohim
Rosul yang mulia mengisyaratkan hal yang sangat penting dalam kehidupan yang merupakan tanda keimanan. Ankanayu'minubilahiwalyaumilakhir falyaqulkhoironauliyasmut : barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam. Ini merupakan tanda-tanda kualitas keimanan seseorang. Bisa dilihat dari kemampuan menjaga lisannya. Lidah adalah karunia Allah kepada kita, Allah menciptakan lidah yang luar biasa banyak kebaikan yang bisa mengantarkan kita menjadi ahli syurga. Kalau kita mensyukurinya. Tapi pada saat yang sama lidah pula yang menjadi pangkal berbagai bencana yang menimpa dunia akhirat kita kalau kita tidak terampil menjaganya, atau kufur nikmat atas lidah ini. Lidah diciptakan oleh Allah adalah untuk menyebut namanya, dzikrullah. Lisan ini yang selalu mennyebut nama Allah, sampai akhir hayatnya, akhir kalam hi laillahailallah dakholakjan : siapa yang akhir kalamnya laaillahailallah masuk surga. Jadi tugas ini memang tugas utamanya menyebut nama Allah, menyebut asma Allah, dzikrullah. Tugas lainnya adalah membaca Al Quran dengan lidah ini, lalu amal ma'ruf nahi munkar. Saling menasehati manusia, mengajak manusia mengenal Allah, mengajak manusia untuk hidup dijalan Allah, menjelaskan tentang apa yang Allah sukai dan mengingatkan orang dari perbuatan yang melanggar Allah. Amal ma'ruf nahi munkar ini adalah tugas lisan ini. Kaau orang memperbanyak dzikir kemudian lisannya membaca Quran, lalu dengan ilmu menyampaikan pada kebenaran. Dakwah amal maruf nahi munkar Insyaallah orang ini termasuk mensyukuri dari lisannya dan akan ditambah nikmatnya. Ketenangan hati kemuliaan, kesenangan dunia akherat, berkah dari kemampuan menjaga lisan.
Dan Rosululloh SAW benar-benar mengingatkan tentang lisan ini, banyak sekali bertebaran dari keterangan Rosulullah, tentang lisan ini. Abdullah bin Abu Sofyan meriwayatkan dari ayahnya ini hadis Tirmidzi Anas syaidan Ibnu mazah : Aku berkata kepada Rosulullah, wahai Rosul beritahukan kepadaku tentang Islam dengan satu perkara aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain sesudahMu. Lalu Rosulullah SAW bersabda : Katakanlah aku beriman kemudian istiqomahlah. Lalu berkata : Lalu apa yang harus aku jaga? Lalu Rosulullah mengisyaratkan dengan tangan beliau menunjuk kepada lidahnya.
Lalu dari Ukmah bin Amir bertanya : Wahai Rosulullah apakah jalan keselamatan? Rosulullah menjawab tahan lidahmu, tinggalah dirumahmu (jangan banyak keluar) dan tangisilah dosa dan kesalahanmu. (HR At Tirmidzi).
Jadi Rosul selalu mengingatkan menjaga lisan. Mengapa begitu pentingnya menjaga lisan? Karena jelas sekali bahwa setiap pembicaraan anak adam adalah saksi yang memberatkannya bukan untuk kebaikan kecuali dzikrullah, amal ma'ruf dan nahi munkar. Dan tidaklah sesorang diseret ke neraka dengan wajah-wajah mereka kecuali itu karena lidah-lidah mereka. (HR At Tirmidzi Ibn Mazah dan Al Hakim). Jadi banyak nanti yang akan diseret masuk neraka justru karena lidahnya yang tidak terjaga. Benar-benar ini merupakan peringatan yang luar biasa pentingnya. Karena dalam hadis lainnya dalam Hadis Attabrani Sesungguhnya kebanyakan dosa anak Adam berada pada lidahnya. Mengapa? Karena dari mulut inilah yang bisa merusak segala hal. Penyalit lidah, ghibah, ngadu domba, berbohong, berkata keji lalu sub'ah memamerkan amal. Terlibat dalam keburukan, bertengkar, memarah-marah, membuka aib orang, menyebar fitnah dan begitu banyak lagi dosa, amal hilang pahala2 sirna. Dosa melimpah ruah. Dan mengatakan “Tuh” saja ketempat orang berzina lalu orang berzina dia pikul dosanya dari mulutnya. Dan tidak kalah pentinhnya justru sekarang ini mulut ini jadi lebih mudah diekspresikan dengan tulisan dalam medsos, dalam wa, bbm, dsb, dan itu bisa mencerminkan lidah kita.
Bahwa diam itu akan menjadi kebaikan kalau memang bicaranya tidak akan manfaat.
" Jika tiada benda baik nak cakap lebih baik diam. " - Pesanan ni ramai pegang , tapi ramai juga terlepas pandang. Selagi kita boleh jaga , kita jaga dan gunakan untuk perkara-perkara bermanfaat . Dan semoga baik-baik untuk semua , insyaAllah ;) #diamlebihbaik #instahadis #hadis #tazkirah #diam #islam #tarbiyahkreatif #perkongsian