Rage comics & catharsis
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Sweden

seen from United States
seen from Czechia

seen from India

seen from United States
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Bosnia & Herzegovina
seen from China

seen from Malaysia
Rage comics & catharsis
Suami Intai Suami Hampir Dimassa Warga Saat Istri Sedang Berduaan dengan Pria Lain di Kamar
[ad_1]
Warga mencurigai gerak-geriknya seperti penjahat
Hati pria mana yang tak panas saat mengetahui istrinya sedang ngamar dengan pria lain. Apalagi ketika hendak menyelidikinya, ia malah dituduh hendak berbuat jahat.
Hal itulah yang terjadi pada seorang pria di Balikpapan Selatan pada Rabu Rabu (13/12/2017) kemarin. Kamar salah satu penginapan di kawasan Jalan Syarifudin Yoes Balikpapan…
View On WordPress
Dimassa, Amankan Pasangan Selingkuh
TONGAS – Tepergok keluar dari rumah seorang perempuan yang bukan istrinya, Moh. Rudi Hartono, 46, dimassa warga, Rabu (1/3) dini hari di Tongas. Warga Dusun Bulus, Desa/Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, itu pun diamankan ke Polsek Tongas. Peristiwa itu terjadi di Dusun Krajan, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Baca Selengkapnya
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/70601/pengamen-ecek-ecek-babak-belur
Pengamen Ecek-Ecek Babak Belur
* Kepergok Gasak Iphone 4, Dijotosi Warga
Merasa tidak ditanggapi saat melantunkan tembang merdunya oleh pemilik rumah, membuat Rifai (38) seorang pengamen asal Dusun Krajan Timur RT 2RW 8 Desa Turirejo Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, gelap mata.
Pria bertubuh gempal ini, berbuat nekat masuk ke dalam rumah dan menggasak sebuah Iphone 4 milik Ahmad Mujib, Jl Punta Dewa RT 6/RW 11 Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Jumat (8/1).
Apesnya, sebelum pelaku membawa kabur barang curian, tanpa diduga sang pemilik tiba-tiba keluar dari tirai dapur dan langsung tersentak kaget memergokinya dan menangkapnya.
Sontak saja kejadian gaduh yang terjadi sekitar pukul 08.00 pagi ini, mengundang warga untuk berdatangan ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan sempat menghakimi pelaku.
“Ya, kita ada laporan bahwa telah terjadi penangkapan pencuri oleh warga di Jl Punta Dewa Tumpang, kemudian kita bergegas datang untuk mengamankan pelaku dan membawanya ke kantor polisi,” ungkap Kapolsek Tumpang AKP Hari Subagyo.
Dijelaskan kapolsek bahwa pelaku adalah seorang pencuri yang menyaruh berprofesi sebagai pengamen rumahan. Datang sendirian dari wilayah Lawang dan berbekal satu alat musik jenis ecek-ecek ditangan, pelaku pun mulai mengitari jalanan kampung mencari sasaran rumah yang pas untuk dijadikan target mangsanya.
“Saat itu kebetulan tertuju ke rumah Ahmad Mujib dan sempat melantunkan musiknya, tak disangka pelaku melihat rumah dalam kondisi sepi kemudian nekat masuk lewat jendela langsung mengambil Iphone 4 yang tergeletak di almari ruang tamu,” jelasnya.
Setelah berhasil mengambil Iphone pelaku dengan tenangnya kembali keluar lewat jendela yang sama, sialnya hanya beberapa meter dari rumah sang pemilik keluar dan mendapati pelaku sambil membawa I phone-nya. Korban pun berlari dan berhasil menangkapnya dengan bantuan warga yang melintas.
“Harus diwaspadai modus kejahatan seperti ini, atas perbuatannya pelaku kita kenai pasal 363 tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (ve)
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/70253/2-rampok-siang-bolong-rusuhi-bct
2 Rampok Siang Bolong Rusuhi BCT
* Kepergok Pentungi Korban, Dihajar Massa
Dua perampok, M Mahrus (21) warga Sanggra Agung, Socah, Bangkalan, Madura dan Abdul Hamid (36) warga Sawah Pulo Tengah, Surabaya, Selasa (5/1) sekitar pukul 13.00, dihajar massa di Perumahan Bukit Cemara Tidar (BCT) Blok G-2, RT 05/RW 02, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Mereka dihajar massa usai merampok di rumah Prima Mahendra (26) mahasiswa, yang berada di kawasan Bukit Cemara Tidar. Bahkan akibat dari perbuatan 2 pelaku rampok ini, Prima mengalami luka di kepala karena dipukul balok kayu.
Informasi Memo X menyebutkan bahwa siang itu, Prima menutup dan mengunci pintu depan rumahnya untuk tidur siang. Namun tak lama kemudian Prima mendengar ada suara orang mencongkel pintu rumahnya. Tak lama kemudian suara gaduh itu semakin terdengar saat pelaku mencongkel almari ruang tengah.
Karena curiga, Prima kemudian keluar dari dalam kamar dan melihat 2 pelaku sudah beraksi mengecak-acak isi rumahnya. Oleh karena itu, Prima segera berlari dan berhasil menangkap Hamid. Sedangkan M Mahrus memilih kabur dengan cara berlari keluar rumah.
Namun tak lama kemudian, M Mahrus kembali masuk ke dalam rumah sambil membawa kayu balok. Saat itulah Mahrus langsung memukul kepala Prima. Karena dipukuli kayu, Prima memilih melepaskan Hamid.
Prima hanya bisa menangkis pukulan demi pukulan dengan menggunakan kedua tangannya. “Bunuh saja bunuh,” ujar Hamid saat itu. Karena Prima terus melakukan perlawanan, Hamid dan Mahrus pun menjadi takut hingga memilih kabur.
Keduanya menuju motor Honda Beat warna merah yang sudah di parkir di depan rumah. Meskipun demikian, Prima masih berusaha memegangi pelaku sambil berteriak maling. Kejadian itu, mengundang perhatian warga sekitar.
Karena kalah kuat, pegangan Prima pun terlepas. Kedua pelaku langsung berusaha tancap gas kabur. Namun aksinya ini sia-sia dikarenakan warga sudah melakukan pengepungan.
Hamid yang saat itu berhasil tertangkap terlebih dahulu menjadi bulan-bulanan warga hingga babak belur. Tak lama kemudian, Mahrus berhasil ditangkap. Dia pun sempat dihadiahi bogem mentah.
Beruntung saat itu petugas Patroli Polsekta Sukun berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Atas perbuatannya itu, Mahrus dan Hamid langsung dibawa ke Mapolsekta Sukun.
Hingga kemarin siang, Hamid dan Mahrus terus menjalani pemeriksaan. Keduanya mengaku baru sekali ini melakukan aksinya.
“Saya sengaja datang dari Surabaya untuk mencuri. Saya baru sekali ini melakukan pencurian,” ujar Hamid. Kini petugas masih terus melakukan pengembangan karena ada dugaan mereka sudah sering kali melakukan aksi serupa.
Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK melalui Kapolsekta Sukun Kompol Sutantyo SH membenarkan adanya kejadian itu.
“Kedua tersangka yakni MH dan AH kami kenakan Pasal 53 junto 365 KUHP. Kami masih melakukan pengembangan,” ujar Kompol Sutantyo. (gie)
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/69810/jambret-remuk-dimassa
Jambret Remuk Dimassa
Nasib apes dialami pelaku jambret yang dimassa hingga babak belur. Pelaku diketahui bernama Arif Efendi (25) warga Dusun Gunungsari Desa Umbulsasi Kecamatan Umbulsari dan Muhammad Sahroni (30) warga Desa Menampu Kecamatan Gumukmas kerap melakukan aksinya di sekitaran Kelurahan Gebang.
Warga sekitar geram terhadap ulah pelaku yang kerap melakukan aksi penjambretan. Saksi mata Mahur (55) warga Jl Teratai Kelurahan Gebang mengatakan, saat itu Paini (40) warga Gebang yang saat itu dibonceng oleh Lia (20) tetangga Paini hendak ke pasar.
Namun di tengah perjalanan Lia dan Paini dipepet pelaku jambret yang mengendarai motor.
“Ketika dipepet, pelaku langsung menarik kalung di leher Paini. Karena kalah tenaga akhirnya kalung yang dipakai Paini lepas dan pelaku melarikan diri.
Namun dari arah depan setelah tikungan, pelaku menabrak mobil pick up. Warga semula mengira kecelakaan, mencoba menolong kepada kedua pelaku jambret yang terjatuh,“ kata Mahur.
Namun, belum sampai warga mendekat, pelaku jambret mendadak mengacungkan clurit kepada warga yang awalnya akan menolong.
Warga terkejut dan menghindar, tak lama kemudian korban yang dijambret mendekat dan mengetahui pelaku terjatuh. Korban langsung berteriak dan menunjuk kepada pelaku jika mereka adalah jambret.
Seketika, massa yang marah spontan menghajar pelaku hingga babak belur. Kini pelaku dalam perawatan di UGD dr Soebandi dan mendapat pengawalan pihak Polsek Patrang.
Sedangkan korban menjalani perawatan. Masih Menurut Mahur, aksi serupa sudah terjadi berkali-kali. Dalam hitungannya, aksi penjambretan sudah 10 kali dalam 5 bulan terakhir.
“Saya dan istri pernah kejadian Mas. Waktu itu saya dan istri berboncengan akan ke pasar. Waktu sampai di kuburan Cina, pelaku menarik kalung istri saya dari belakang. Istri saya berteriak namun tidak jelas. Pelaku langsung kabur yang tidak sempat saya kejar,“ imbuhnya.
Mahur menambahkan jika ciri-ciri pelaku yang dimassa pada Senin (4/1) adalah pelaku jambret yang sering beroperasi di wilayah Gebang.
Biasanya pelaku berganti-ganti sepeda, tapi ciri-ciri fisik pelaku sama. Sementara itu menurut petugas Polsek Patrang saat ini korban dan saksi mata masih diperiksa untuk keterangan lebih lanjut. Sedangkan pelaku yang babak belur masih menjalani perawatan di RSUD dr Soebandi. (dik )
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/67330/curanmor-dampit-dipijeti-massa-gondanglegi
Curanmor Dampit ‘Dipijeti’ Massa Gondanglegi
Residivis Kawakan Ketiban Apes
Brukkk !!! Apes dialami residivis, tersangka Slamet alias Mail alias Mat Hary (45) mengaku asal Lambangsari, Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Sabtu (5/12) malam, saat terjatuh di tikungan Jl Alibasah Sentot, Gondanglegi.
Ia terjatuh dari sepeda motor curiannya dan langsung dihampiri massa Gondanglegi. Beruntung nyawa tersangka selamat berkat kedatangan anggota Reskrim Polsek Gondanglegi.
“Kami langsung amankan tersangka. Dia tertangkap tangan naik motor curian. Kami kembangkan kasus ini,” jelas Kapolsek Gondanglegi, Kompol Budi Harianto, mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto SIK MHum dalam konfirmasi ponsel, Minggu siang.
Budi menambahkan, pihaknya berhasil mengamankan pula sepeda motor Yamaha Jupiter N 2163 ES milik Mochamad Ali (34) warga Jl Kali Buntu RT 30/RW 03, Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegiwetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
“Korban tinggalkan motor di parkiran Ruko. Korban mau ambil kompor waktu kejadian,” urai Budi. Apes dialami tersangka, kabur naik motor curian diiringi teriakan warga, ia terjatuh di Jalan Alibasah Sentot.
Informasi lain didapat Memo-X, tersangka jatuh bersamaan tlorongan (pelemparan–red) bambu panjang di jalan raya.
“Ditlorong bambu terus “dipijeti” ramai-ramai dan bogem mentah warga , ” sebut Sumber Memo yang juga warga Gondanglegi.
Menurut sumber Memo X, sepeda motor korban sempat parkir dengan sepeda motor lain di halaman ruko.
“Korban sigap teriak ‘maling-maling’, akhirnya berhasil digagalkan warga, tanggap dan cepat meringkus pelaku,” sebut sumber Memo X dalam wawancara singkat Blackberry Messenger (BBM).
Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku beraksi seorang diri. Tersangka menuju Gondanglegi dengan naik angkutan umum. Di seputaran Gondanglegi, tersangka berjalan kaki sembari mencari sepeda motor sasaran.
Tersangka juga mengantongi sebuah kunci perusak kontak. Hingga berita ini diturunkan, pihak Reskrim Polsek Gondanglegi tengah mengembangkan kasus pencurian tersebut. “Kami kembangkan, sementara dia mengaku sendirian, ” terang Budi.
Banyak Alias Curi Kayu di Lumajang
Tersangka Slamet memiliki banyak nama alias, terungkap dari pemeriksaan itensif anggota Reskrim Polsek Gondanglegi. Selain bernama Slamet, ia beraliaskan Mail dan Mat Harry. Dua kali, tersangka terlibat pencurian sepeda motor.
“Dia mengaku 2X masuk LP, di Lowokwaru tahun 2010 dan tahun 2011 di Medaeng, ” terang Budi Harianto. Di Medaeng Surabaya dan LP Lowokwaru, tersangka dipenjara gara-gara kasus pencurian sepeda motor.
Pengakuan berlanjut, Februari 2015, tersangka juga terlibat pencurian kayu sengon di Jatirejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Pengakuan terbaru, tersangka menuju Kabupaten Malang dan menjadi curanmor dalam pelariannya.
Berdasar pemeriksaan itulah, kini pihak Polsek Gondanglegi berkordinasi dengan pihak terkait guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Ada dugaan, tersangka berada di Malang lebih lama dan sengaja mengumpulkan modal untuk kabur dari kejaran pihak Polres Lumajang. (sos)
New Post has been published on Memo-X
New Post has been published on http://www.memo-x.com/67016/2-pemuda-papua-dihajar-massa
2 Pemuda Papua Dihajar Massa
Mabuk, Salah Sasaran
Dua pemuda yang sempat mengaku bernama Agus dan Rian alias Robert, asal Papua, Selasa (1/12) sekitar pukul 23.30, sempat dihajar massa di Jl Trunojoyo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, setelah merusak motor Supra Fit milik Ronald Batula alias Uleke (64) pemain legenda klub sepakbola Arema.
Agus dan Robert pun babak belur akibat kemarahan massa yang sudah tidak terbendung. Robert akhirnya diamankan petugas saat bersembunyi di Indomaret Jl Trunojoyo sedangkan Agus sempat kabur membawa motor milik Uleke.
Informasi Memo X menyebutkan bahwa kejadian ini bermula saat Eci Dwi Prasasti (21) warga Rampal Claket, Kota Malang, sedang dibonceng oleh Andre Kusuma, pacarnya mengendarai motor Honda Supra. Saat itu Andre membonceng Esi berencana pulang ke Rampal Celaket.
Namun sesampainya di depan Dieng, keduanya dikejar oleh Agus dan Robert yang mengendarai motor Mio Soul. Keduanya mengejar Andre sambil marah-marah. Karena takut, Andre tancap gas hingga tiba di Jl Trunojoyo.
Saat berada di Jl Trunojoyo, motor Supra yang dikendarai Andre bertabrakan dengan motor Supra yang dikendarai Uleke. Setelah itu, Agus dan Robert menghampiri Eci. Kaki Eci sempat ditendang dan punggungnya terkena pukul.
Eci Dwi yang masih tampak shock (ist)
Sedangkan Andre Kusuma memilih untuk kabur setelah melihat kedua pelaku marah-marah. Keduanya menuduh Eci telah menyerempet temannya di kawasan Jl Ijen.
Tak puas menendang kaki Eci, kedua pemuda mabuk ini semakin beringas. Keduanya kemudian memukuli motor milik Uleke. Bahkan sempat mengancam akan membakar motor tersebut.
Kejadian itu, akhirnya mendapat rekasi keras dari warga sekitar yang mengetahui kejadian itu mencoba melerai. Namun Agus dan Robert semakin marah dan tidak menghiraukan warga sekitar.
Foto Agus dan Robert sebelum dihajar massa (ist)
Dari sinilah kemarahan warga tidak terbendung lagi hingga langsung menyerang Agus dan Robert. Keduanya pun langsung babak belur dikarenakan warga semakin banyak berdatangan.
Karena ketakutan, Robert langsung menyeberang jalan masuk ke dalam Indomaret untuk menyelamatkan diri. Sedangkan Agus memilih kabur dengan membawa motor Uleke.
Tak lama kemudian, petugas Laka Lantas Polres Malang Kota dan petugas Polres Malang datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Robert pun kemudian diserahkan ke Polres Malang Kota. Kabarnya pada Rabu dini hari, Agus sudah mengembalikan motor ini kepada Uleke.
Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK melalui Kasat Reskrim AKP Harianto Rantesalu SH SIK, mengatakan bahwa pihak korban tidak melapor. “Dini hari tadi motor sudah dikembalikan. Korban sudah berdamai hingga kasus ini tidak sampai dilaporkan,” ujar AKP Harianto. (gie)