Semua pribadi itu hebat dengan hidupnya masing-masing.
seen from United States
seen from Maldives

seen from Congo - Brazzaville
seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Pakistan

seen from Italy

seen from Finland
seen from China
seen from Brazil
seen from China
seen from Spain
seen from Canada
seen from Canada
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Ukraine
seen from Finland
Semua pribadi itu hebat dengan hidupnya masing-masing.
Kalau lelah, ambil jeda sebentar. Duduk dengan dirimu sendiri. Lihat sekitar. Nikmati angin yang berhembus. Makan minum yang kamu suka. Pandang langit biru yang cerah, senja yang menggurat jingga, ataupun jika langit sedang mendung kelabu. Hal-hal kecil yang bisa dinikmati- sambil bernafas.
Agar sedikit lega. Agar hatimu peka. Agar dirimu bisa mensyukuri saat ini lagi.
Sebagaimana kamu bersabar dalam berdoa. Seperti itu juga kamu harusnya bersabar dalam menunggu terkabulnya doa.
-aku untuk diriku
Hidup yang sekali ini, rayakan dengan hal-hal kecil yang kau miliki.
Tadi aku terbaca terjemahan ayat ini. Ketika pada kalimat "Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya". Aku jadi teringat ceramah seorang ustad (aku lupa ustad siapa), beliau bilang "terkadang kalau Allah memberi cobaan kepada hamba-Nya itu yang duluan diselamatkannya itu adalah hatinya. Hati hambanya. Terkadang Allah tidak cepat menyelesaikan permasalahan hamba-Nya, tapi Allah selamatkan hatinya dengan memberi ketenangan, kekuatan, prasangka-prasangka baik kepada Allah dan penerimaan dalam cobaan itu. Sehingga dengan hati yang diselamatkan ini hamba-Nya mampu melewati cobaan itu".
Dan itu benar. Pokoknya kalau sedang ditimpa cobaan, masalah, langsung berpikir yang baik-baik aja. Bujuk diri dan tenangkan diri dengan kata-kata yang baik. Motivasi diri untuk lebih kuat. Yang aku sadari, kita itu kalau bisa jangan membuat diri ini merasa terpuruk. Nggak apa-apa, di nggak apa-apain aja semua yang dihadapi itu. Walaupun sesak, walaupun nangis, walaupun kecewa, walaupun sakit hati. Nggak apa-apa aja dulu bilang ke diri sendiri.
Haha aku paling sering tuh nepuk bahu sendiri terus bilang, "nggak apa-apa ya, nggak apa-apa".
Dan aku juga pernah nonton video ceramah Alm. Syekh Ali Jaber, beliau berkata "kalau ditimpa ujian pertama kali coba ucapkan Alhamdulillah. Alhamdulillah aja dulu. Karena nanti diakhir ketika kita tahu maksud dari semua yang kita hadapi ini kita akan bersyukur kepada Allah karena Allah sedang menjaga kita dari hal-hal yang lebih Dia ketahui".
Pokoknya intinya itu yang aku tangkap dan itu benar pastinya.
Itu sekarang aku kalau sedang ditimpa hal yang tidak baik, aku ucap Alhamdulillah aja dulu dan aku yakin kalau semuanya akan berlalu dan kalau Allah akan selalu bantu aku.
Sebagai manusia, risau itu pasti tetap aku rasa. Tapi Alhamdulillahnya tidak lama. Jangan risau lama-lama.
Kembalikan segala urusan di dunia ini pada Allah. Kita sabar dan sholat saja. Dihadapi. InsyaAllah akan berlalu dan semoga kita selalu mampu mengambil hikmah dan hal-hal baik dari setiap cobaan yang dihadapi.
Tujuh tahun lalu aku menulis sebuah kalimat pada akhir puisiku, "Allah kira aku kuat, padahal aku hanya pandai menyembunyikan tangis".
Sekarang, aku masih sama
Tapi berbeda
Aku masih pandai menyembunyikan tangis
Namun aku mampu menerima
Bahwa hidup adalah tempatmu mengambil makna
Menikmati detik waktu saat ini yang ada
Tanpa perlu jauh mencari
Seringkali tersandung, sesekali jatuh, tapi harus bangkit kembali
Diuji berkali-kali agar hatimu semakin ikhlas menerima takdir
Bisa jadi kamu tidak remedial
Bisa jadi semua itu adalah cara Allah untuk menempa hati
Melalui kecewa yang tiada henti
Melalui kesedihan yang belum berhenti
Kamu tidak remedial
Hanya Allah yang terlalu sayang padamu
Cara-Nya agar kamu selalu mengingat Dia
Dalam keadaan apapun...
Semakin dewasa kamu akan mengerti bahwa banyak hal di dunia ini yang memang tidak apa-apa.
"Tidak apa-apa kalah". "Tidak apa-apa jika tidak hebat". "Tidak apa-apa jika belum bisa menerima takdir yang memang tidak bisa diterima". "Tidak apa-apa terlambat". "Tidak apa-apa jatuh". "Tidak apa-apa jika merasa tidak baik-baik saja".
Tidak semua hal perlu diterima dengan lapang dada. Terkadang ada hal-hal yang diterima karena memang tidak bisa diubah takdirnya. Terpaksa. Tidak apa-apa.
Dari kemarin terpikir kalau "nggak apa-apa semua orang pernah bodoh". "Nggak apa-apa kayaknya berapa persen manusia di bumi ini pernah dapat tempat kerja yang rasanya itu kayak kamu disana cuma dimanfaatkan aja". DAN BANYAK NGGAK APA-APA LAINNYA. Untuk membesarkan hati sendiri hahahaha
Tahun ini aku membuat keputusan besar untuk diriku sendiri. Aku berhenti untuk mengusahakan. Jika dulu pikiranku adalah jalani aja nanti pasti bisa. Tahun ini aku memilih berhenti. Nggak semua hal harus aku bisa kerjakan.
Kalau aku lanjutkan, diriku yang sakit. Mentalku yang sakit. Emosiku yang sakit.
Dan buktinya setelah aku tinggalkan rasanya malah seperti HABIS MANIS SEPAH DIBUANG hahaha
Ini konteksnya tentang pekerjaan.
4 tahun aku bekerja disana. Membantu bosku merintis perusahaan. Hampir semua pekerjaan kantor aku yang handle. Ada admin, ada penanggung jawab teknis ada staff gudang tapi kalau aku mau bagi kerjaan mereka ogah-ogahan.
Sebenarnya kemarin-kemarin itu aku sadar sih mereka itu bukan ga bisa kerja, TAPI GA MAU KERJA. Karena merasa nyaman semuanya aku yg handle. Mereka akan bergerak kalau aku tuntun. Sampai pada akhirnya aku muak dan sudah tidak kuat lagi.
Ada tuh aku sibuk, pusing ngadepin ini itu, eh admin disampingku nonton netflix aja hahaha
Sekarang setelah aku resign. MEREKA KERJA.
Setelah aku tinggalkan baru tuh mereka gerak. Kerja. AGAK DONGKOL SIH TAPI AKU BISA APA? BISA NGERASA DONGKOL AJA HAHAHAHA
Bener-bener deh rasanya aku dikasih trauma batin sama perusahaan itu hahaha nasibku Ya Allah.
Sekarang aku lebih selektif lagi dalam mencari pekerjaan. Aku tidak mau memaksakan diriku untuk bisa. Kalau hatiku rasanya nggak mau aku nggak akan memaksa untuk bisa lagi. Aku akan mundur sebelum memulai.