"Penerimaan istri terhadap saya yg memulai perjalanan dari minus itu lah yg membuat saya semakin yakin bahwa dia lah orangnya" . Sebuah tutur manis itu tak sangka saya dapati meluncur dari lisan suami saat beliau menceritakan proses kami menuju pernikahan. Jadi dulu.. sebulan setelah kami khitbah dan bbrp pekan jelang akad nikah, tiba-tiba Baba @ulum.asaif membuat sebuah keputusan besar utk resign dari tempatnya bekerja. Saya masih ingat, siang-siang beliau mengabari itu sambil diujung kalimatnya pasrah bertanya, "Kalau kondisi Aa nggak ada penghasilan begini, apa Neng masih bersedia lanjut sampai akad?" Saat itu sejujurnya hati bergetar. Ada sedikit rasa khawatir. Saya menganalisa cepat, kemudian mendapati bahwa kami menjalani proses pra nikah yg terjaga, mulia, dan tanpa cedera. Maka siang itu pula saya melempar tatap ke langit dan menghembuskan doa lirih, "Ya Allah.. tak mungkin Engkau tak menjamin kami yg telah berusaha menjaga kemuliaan proses ini dengan segala tantangan dan godaannya. Aku hanya bersandar kepada janji-Mu, dan aku tau tak pernah ada orang yg kecewa selepas berdoa kepada-Mu" . Setelah itu saya memberi jawaban mantap pada Baba yg kala itu masih calon suami, "InsyaAllah lanjut. Allah yg akan jamin" . Akad nikah pun berlangsung. Tahun demi tahun berlalu. Dan baru beberapa hari lalu saya tau, bahwa ternyata kejadian tsb begitu membekas bagi suami. Rupanya kesediaan saya dalam menerima kondisi yg menurut beliau 'minus' itulah yg justru membuatnya merasa diberikan kepercayaan besar, dimana kepercayaan itu menjadi bahan bakar utk membuatnya terus bergerak mengusahakan yg terbaik bagi saya dan anak(-anak) kami. Dan rupanya pula, kesediaan itulah yg memperkuat kesetiaan ikrar akad nikah yg diucapkannya. Sebab pasti banyak perempuan yg mau dgn laki-laki yg sudah sampai pada puncak keberhasilan, tapi amat sedikit sekali perempuan yg mau menjadi teman berjuang bersama dan bersusah payah dari bawah. Dari perjalanan ini, saya belajar ttg harga dari sebuah kepercayaan. Pun setelah jadi istri, tetap berlaku. Jadi sabarlah. Meski belum tampak hasilnya, tetaplah percaya. Kepercayaan istri itu amat berharga bagi suami 😊 #FebriantiAlmeera https://www.instagram.com/p/Bvf_jkDHvu-/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1s8diqas4adiq










