#writer #writersofinstagram #wordporn #thursdaytouch #chillbumps #silentlanguage #understood #fingerplay #fingertalk #thattouch #intentions #hewrites #silentknight #darkknight #slowhand https://www.instagram.com/p/Cf_p19nOz5L/?igshid=NGJjMDIxMWI=
seen from China
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from Mexico
seen from Türkiye

seen from Australia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Romania
seen from Ukraine
seen from China
seen from United States
#writer #writersofinstagram #wordporn #thursdaytouch #chillbumps #silentlanguage #understood #fingerplay #fingertalk #thattouch #intentions #hewrites #silentknight #darkknight #slowhand https://www.instagram.com/p/Cf_p19nOz5L/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Disa menceritakan alasannya dalam mendirikan bisnis kafe dengan mempekerjakan kalangan tunarungu kepada hadirin saat itu. Tidak jauh dari tempatnya berdiri di panggung, Ali menerjemahkan apa yang Disa utarakan menjadi bahasa isyarat " Saya mohon izin, kepada bapak ibu sekalian. Karena hari ini ada anggota tim kami yang tunarungu dan ikut menyimak, maka Mas Ali disini ikut untuk menerjemahkan " Disa keluar dari pekerjaannya di sebuah bank di Singapura untuk mendirikan Fingertalk, suatu bisnis berbasis pemberdayaan sosial. Sekarang Fingertalk terdiri atas kafe, carwash, dan workshop. Bertemu dengan cak Ali, guru ngaji adiknya, seorang hafiz, wong Meduro, untuk diajaknya terlibat dalam operasional bisnis dan pembinaan para pekerja. Saya tidak pesimis. Namun, mendidik dan membina karyawan yang "lengkap" saja sudah sulit. Apalagi para tunarungu. Ah. Itulah kita. Menganggap orang lain yang "tidak lengkap" memiliki kekurangan dibandingkan kita. Padahal, pernahkah kita tanya pada mereka, apakah mereka merasa kurang? Saya yakin tidak. Sebagai manusia, para tunarungu adalah seseorang yang lengkap sama seperti mu. Ingin bekerja. Ingin bermanfaat untuk sesama. Selesai Disa mempresentasikan bisnisnya pada kegiatan Awaken and Rediscover Indonesia Social Enterprise (ARISE) 2017, saya merinding. Hati saya seketika merasa disentuh dengan hangat. Orang-orang yang duduk pada lokasi meja bundar yang sama dengan saya malah menitikkan air mata. Ya Allah. Orang - orang ini kok baik sekali... Banyak yang mendirikan bisnis yang tersebut sebagai bisnis sosial namun bergerak dalam keraguan. Disa dan Cak Ali bukan salah satunya Sudah di berbagai tempat di dunia mereka menceritakan kisah Fingertalk. Termasuk dengan Barrack Obama. Saya termasuk yang beruntung mendapatkan cerita langsung dari mereka. " I... Love... You. Begini ya Mas Abas tangannya ". Jelas Cak Ali memperagakan gerakan tangan untuk mengamankan I Love You Di luar panggung, selain janji untuk berkunjung ke kafe fingertalk (http://finger-talk.com) , saya belajar tiga frase dalam bahasa isyarat dengan mereka : Terimakasih Sama - sama Aku mencintai kamu #Fingertalk #socialenterprise #socent (at Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD)
Gadis Cantik Ini Mendirikan Cafe Tunarungu Pertama di Indonesia
Gadis Cantik Ini Mendirikan Cafe Tunarungu Pertama di Indonesia
Bukan perkara mudah menemukan Café Tunarungu pertama di Indonesia ini, Lokasinya tidak terlalu strategis namun setelah satu tahun didirikan, Café yang agak menjorok ke dalam ini ternyata sudah balik modal! Saya makin heran dan penasaran. Kok bisa Café yang dikelola para difabel ini bisa sebegitu terkenal hingga ke telinga Obama, Presiden Amerika Serikat yang gemar nasi goreng dan pernah tinggal…
View On WordPress