Singkong “Murah, Kaya Nutrisi”
Selamat awal pekan sahabat Agro. Senin pertama di awal tahun 2016. Semoga tahun ini lebih baik dari yang lalu. Seperti biasa, di hari Senin AgroWindow akan membahas tentang tanaman.
Tanaman apakah itu ?
Tanaman ini menghasilkan umbi. Umbinya kaya karbohidrat. Letaknya di dalam tanah. Harganya terjangkau dan dapat dijadikan berbagai macam varian makanan. Pangan lokal di Indonesia.
Singkong, begitulah namanya, tanaman yang selalu diidentikkan dengan kesederhanaan karena bahan makanan ini mudah didapatkan dan murah harganya. Namun bagi yang sadar kesehatan, singkong bisa menjadi bahan makanan sehat alternatif. Singkong merupakan tanaman umbi-umbian yang memiliki beberapa nama seperti ketela pohon atau ubi kayu.
Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong memiliki nama latin Manihot utilissima dari suku Euphorbiaceae. Singkong merupakan tanaman asli Brazil dan Paraguay yang menjadi makanan pokok di Indonesia dan Thailand, serta beberapa bagian di Afrika. Adapun beberapa keistimewaan singkong antara lain adalah : Singkong mengandung karbohidrat dan tinggi kalori, dari 100 gram singkong dapat menghasilkan kalori sebesar 160 kalori. Bahkan menurut Nutrition and You, kalori pada singkong 2 kali lipat dibanding kalori pada kentang. Singkong diketahui banyak mengandung vitamin B kompleks dan kelompok vitamin lainnya seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat. Riboflavin ini berperan dalam tubuh dalam membantu pertumbuhan dan memproduksi sel darah merah. Mineral-mineral penting bagi tubuh ternyata juga terdapat pada singkong. Seperti seng, magnesium, tembaga, dan besi. Jumlah kalium pada singkong cukup tinggi untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Kalium sangat baik untuk mencegah darah tinggi. Singkong dapat membantu mengatasi berbagai keluhan penyakit, seperti sakit kepala, rematik, diare, dan dapat meningkatkan stamina karena kandungan kalorinya. Singkong merupakan makanan rendah lemak, dan rendah kolesterol dibandingkan dengan sereal atau kacang-kacangan. Meskipun demikian, ia memiliki lebih banyak protein daripada sumber makanan tropis lainnya seperti pada manfaat ubi, kentang dan pisang.
Namun dalam mengonsumsi singkong perlu diperhatikan resiko kesehatan yang ada pada singkong. Singkong mengandung akar alami yang beracun cyanogenic, senyawa glikosida linamarin dan metil linamarin. Oleh karena itu, konsumsi singkong mentah dapat mengalami keracunan sianida dengan gejala muntah, mual, pusing, sakit perut, sakit kepala, dan kematian. kandungan sianida jauh lebih tinggi di bagian kulit luarnya.
Mengupas singkong akan mengurangi kandungan sianida termasuk pengeringan dengan sinar matahari dan perendaman. Kemudian dilanjutkan dengan mendidihkan singkong dengan air garam dan cuka. Penguapan senyawa ini akan membuat singkong aman untuk dikonsumsi manusia.
Nah ternyata makanan yang kelihatannya sederhana dan murah ini memiliki banyak nutrisi yang baik bagi kesehatan. Saat ini singkong mulai dicanangkan sebagai pangan lokal di Indonesia. Banyak varian dan inovasi produk pangan berbahan singkong. Yuk lestarikan pangan lokal Indonesia. Budayakan konsumsi pangan hasil pertanian Indonesia. Pangan lokal murah nan bermanfaat.
Sumber : http://www.tipscaramanfaat.com/ dan http://manfaat.co.id/manfaat-singkong
Follow us: FB: Agro Window Tumblr: agrowindow.tumblr.com Twitter: @agro_window Instagram: @agrowindow Email: [email protected] CP: 085740604188















