Pembangunan Kampus (I) : Prioritas dan Transparansi
Tulisan pertama dari seri Pembangunan Kampus
Tulisan kedua, Pembangunan Kampus (II) : Antara Akademik dan RGA
Tulisan ketiga, Pembangunan Kampus (III) : Hibah, Jalan Terbaik Saat Ini
Dalam 2 tahun terakhir (2015-2017) terutama setelah pergantian masa jabatan Rektor dan memasuki masa transisi menuju PTN-BH, harus diakui pembangunan di kampus Undip mulai berjalan lebih cepat dari sebelumnya. Rencana memusatkan segala kegiatan perkuliahan di kawasan kampus Tembalang jelas membutuhkan pembangunan yang cepat terutama gedung-gedung perkuliahan dan laboratorium.
Namun tak bisa dipungkiri pula bagi sebagian kalangan baik dosen maupun mahasiswa ada yang merasa belum menjadi prioritas dalam pembangunan Undip akhir-akhir ini. Celetukan “kapan jurusan kami punya gedung sendiri?” atau “kapan laboratorium fakultas kami dapat alat baru?” muncul sebagai komentar miring ketika ada salah satu fakultas meresmikan gedung atau fasilitas baru.
Saya catat ada beberapa gedung baru yang sudah diresmikan dalam 2 tahun terakhir. Ada Gedung Teknik Industri, Gedung Laboratorium Kewirausahaan FEB, Gedung Serba Guna FIB, Kandang Ayam Closed House FPP, Gedung Ilmu Gizi, Gedung Rusunawa Baru dan yang terbaru adalah Gedung Training Center II. Saat ini juga masih berlangsung pembangunan dan pengadaan Laboratorium Kelautan dan Oseanografi yang masih satu paket lelang dengan Gedung Ilmu Gizi dan Training Center II.
Kiri ke kanan : Gedung Training Center II, Gedung Serba Guna FIB, Lab. Kewirausahaan FEB, Gedung Teknik Industri, Rusunawa Baru, Gedung Ilmu Gizi.
Lalu tahun ini apalagi ya yang mau dibangun? Yang sudah jelas sih Gedung Fakultas Psikologi baru karena sudah menyelesaikan sayembara desain. Selain itu ada juga Gedung PKM Fakultas Hukum, Art Center, dan Gedung Parkir Terpadu yang sudah menyelesaikan lelang Detail Engineering Design (DED). Ada juga yang sudah terdengar kabarnya namun belum tahu jadi dibangun tahun ini atau tidak yaitu Gedung Convention Hall serta Gedung Perpustakaan & Arsip di kawasan Kampus Tembalang.
Mungkin sampai disini sudah akan muncul beberapa celetukan “Kapan jurusan GKB punya gedung sendiri?” atau “Gedung Vokasi kapan dibangun?” atau “Bagaimana nasib fasilitas kampus pleburan?”. Beberapa kalimat yang saya ambil hanya sebagai contoh bahwa masih banyak yang bertanya-tanya kemana arah pembangunan Undip meskipun terlihat lebih cepat pada saat ini.
Dalam pembangunan memang bakal ada yang harus diprioritaskan. Sekelas pemerintahan negara pun tidak bisa membangun semua daerah sekaligus seperti cerita Bandung Bondowoso membangun Candi Prambanan dalam satu malam. Apalagi sekelas Undip yang cuma punya anggaran sekitar Rp 1 Triliun. Masih kalah dengan sekelas UGM dan UI yang sudah menyentuh angka Rp 2-3 Triliun. Dari anggaran Rp 1 triliun itu, alokasi buat gedung dan bangunan tahun ini cuma sekitar Rp 168 Miliar.
Maka jelas setiap tahunnya akan ada prioritas, seperti pernah disampaikan di awal tahun 2016 bahwa FPP dan F. Psikologi akan mendapat prioritas pembangunan. Setelah sebelumnya pembangunan lebih banyak di FIB, FEB, dan FPIK. Maka hal itu diwujudkan dengan beberapa pembangunan seperti Gedung Penghubung dan Kandang Ayam di FPP serta Gedung Baru Fakultas Psikologi yang akan mulai pembangunannya tahun ini.
Oke, kita mungkin sudah paham nih bahwa dalam pembangunan ada prioritas. Tetapi yang menjadi tanda tanya, mengapa sebuah gedung itu menjadi prioritas untuk dibangun lebih dahulu. Hal ini lah yang banyak tidak diketahui oleh sivitas akademika sehingga ketika ada pembangunan baru maka selalu timbul pertanyaan “Kampus kami kapan?”.
Maka wajar aja walaupun pembangunan itu cepat tetapi selalu timbul pertanyaan terutama bagi fakultas/jurusan yang belum mendapatkan prioritas. Selama ini kita tidak tahu pembangunan apa saja yang diprioritaskan, alasannya apa, lalu yang lain akan dibangun pada tahun selanjutnya atau kapan? Seperti sebuah pertanyaan seorang dosen kepada saya “Kenapa Psikologi mendapatkan gedung baru 11 lantai padahal psikologi itu 1 fakultas cuma punya 1 prodi yaitu S1 yang bahkan mahasiswa nya lebih sedikit daripada Teknik Sipil?”. and i couldn’t give him a clear answer. Pada akhirnya saya cari kebutuhan dasar gedung nya dan memang lumayan banyak sih.
Desain Gedung Baru Psikologi hasil sayembara. Coba dihitung jumlah lantainya.
Dengan mengedepankan prasangka baik, saya yakin pengelola Undip dalam membuat keputusan pembangunan pasti ada alasan nya. Namun yang dibutuhkan oleh setiap sivitas akademika dan masyarakat kampus adalah transparansi alasan terhadap sebuah prioritas pembangunan. Perlu diingat bahwa kata transparansi selalu ditekankan beberapa kali dalam setiap pembahasan PTN-BH. Maka dengan membuka dan memberi tahu alasan setiap prioritas, hal ini akan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat kampus dan mengurangi “kecemburuan” terhadap fakultas lain yang sedang diprioritaskan. Seperti contoh UGM yang mencantumkan rasionalisasi usulan pembangunan di dalam RKAT 2016.
Lampiran Daftar Usulan Investasi UGM Tahun 2016. Lengkap dengan rasionalisasi usulan.
Tulisan kali ini saya tutup dengan sebuah kalimat yang muncul pada sebuah obrolan dengan seorang profesor saat lagi membahas Undip. Saya lupa kalimat persis nya tapi kurang lebih begini “Yang dibutuhkan dalam pengelolaan Undip adalah transparansi, kalau sudah transparan insya Allah dalam membuat keputusan itu bakal adil”
Semarang, 11 Maret 2017
YAPW