SEE YOU WHEN I SEE YOU
Bintang pernah tau, bagaimana indahnya persahabatan kita.Bulan pun pernah melihat, bagaimana canda kita memecah keheningan malam.Bahkan ketika mentari datang, ia juga merasakan bagaimana keceriaaan kita. Tapi...Ketika badai datang, semua telah hilang. Semua telah musnah.Indahnya persahabatan kita, kini sudah tak nampak.Kini sudah tak lagi terlihat. Bahkan mungkin itu semua HILANG.
Iya, semuanya telah hilang. Kehilangan itupun sungguh menyakitkan, mencengkram hati.Hingga mungkin, rasa ini menjadi salah satu penghambat rasa yang akan disampaikan pada impuls saraf otak ku. Hai sahabatku disana,
Apakah kau juga merasa kehilangan? Apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan? Semoga tidak. Aku tak ingin kau merasakan apa yang aku rasakan. Aku tak ingin kau tak bahagia. Sekalipun kau pergi dariku, aku hanya ingin lihatmu bahagia. Aku tak ingin kau bersedih. Jika kau sedih, akupun merasakannya.
Sababatku...
Rindu kah kau bagaimana canda tawa kita. Tak rindu kah kau, bagaimana kita menertawakan banyak hal. Hingga kita lupa, penyebab kita tertawa.
Tapi kini,Tak pernah lagi ku dengar tawa riang itu lagi. Bahkan tak pernah kulihat lagi senyummu. Hai sahabatku...
Ingatkah kau cerita tentang kita dulu.Kita yang selalu membuat jelous banyak insan.Bahkan alampun sengit melihat persahabatan kita. Dulu, kita mampu melewati ganas dan sengitnya keadaan. Sekarang, rasanya tak kan ada lagi.Semua memang benar - benar hilang. Ntah kemana semua.Sahabatku, seandainya kau tau tentang ini. Seandainya kau rasakan ini.Pasti kau akan mengerti. Pasti kau akan tahu. Tapi, sekarang yang aku tahu, kau telah dingin.Dingin sekali.Bahkan dinginnya kutubpun tak sebanding dengan dinginmu ke aku. Tak banyak aku minta.Aku hanya ingin sahabatku yang dulu kembali.Jika itu memang dapat dikembalikan.Ah, mungkin itu mimpi. Atau mungkin ini semua hanya menjadi khayalanku saja.Maaf :") :") SEE YOU WHEN I SEE YOU









