7. Jess yang Malang
Setengah berbisik Cassie mengungkapkan isi pikirannya pada Jess dari balik bar, “Perasaanku jadi tidak enak. Menurutmu, Zanesville sudah jadi sarang pembunuh.”
Pelanggan mulai berkurang karena adanya kejadian tersebut. Namun, tidak membuat kedai sepi. Beberapa orang pergi namun mereka kembali lagi dari tempat kejadian dengan tangan kosong.
Jess menanggapi seraya meracik blue paradise punch. Kombinasi aneka sirup beragam rasa memberi gradasi warna unik dan sensual. Minuman tersebut terkesan lebih mahal dari aslinya, “Entahlah.”
“Aku lihat Sean tadi. Kau lihat juga, kan? Dia di kursi depan. Di pinggir,” sungut Cassie. “Jangan bilang kau tidak lihat.”
“Aku lihat. Lalu, kenapa?” balas Jess cuek. “Sudahlah aku bekerja dulu.”
“Jess,” Cassie menghela napas. “Kau harus bersikap normal.”
“Aku normal,” Jess bersikeras.
“Tidak. Kau sangat tidak normal,” sergah Cassie. “Aku bisa melihat raut wajahmu tadi.”
Jess tanpa sadar meletakkan sendok dengan kasar, “Kita bicarakan nanti, oke? Aku sedang bekerja, Cas. Please.”
Cassie mengambil langkah mundur ke meja teman-temannya. Ashley sudah tidak ada di sana. Cassie bisa menebak dengan mudah kemana gadis itu pergi. Kemana lagi kalau bukan mengganggu kekasihnya dengan rayuan manja. Cassie paling benci melihat Jess dikhianati, terutama oleh seseorang yang dia percayai.
“Jess baik-baik saja, kan?” Dana bertanya.
“Iya,” Cassie menjawab mantap.
Dana tidak percaya, tapi dia memilih tidak berkomentar, “Aku penasaran ada kasus apa.”
“Aku melihat Sean tadi,” ujarnya Molly sambil memicingkan mata, “Pasti ada pembunuhan.”
Cassie menyunggingkan senyum kecut, “Semoga korbannya bukan wanita.”
Molly mendengus, “Ya, karena korban wanitanya sudah banyak.”
Wajah-wajah yang mereka kenali muncul ketika pintu kedai terbuka. Rachel dan Kim hendak melepas lelah di sana juga sambil bergosip. Molly melambai ramah pada Rachel. Demikian pula Rachel lalu gadis itu tersenyum pada yang lain. Dana membalas senyum yang sama ramahnya, sementara Cassie tersenyum singkat karena pikirannya terpusat pada Jess.
Jess yang malang, batin Cassie.










