Haji 1445H - d's story part 1
Karena sharing ini sudah overdue, maka akan aku tulis sedikit2 dengan urutan yang mungkin tidak teratur tapi semoga tetap bermanfaat
Alhamdulillaah tahun ini, 1445 Hijriah, aku mendapatkan undangan yang sangat tidak disangka sebelumnya. Alhamdulillah Allah mengundangku untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima, satu tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Ayahku dulu menyuruhku untuk daftar haji pada tahun 2012, sepertinya sebelum berangkat kuliah ke Depok. Aku yang saat itu mengurus pendaftaran haji dengan sekenanya, sekarang merasa sangat bersyukur karena ayah tipe orang yang forward looking dan mengutamakan agama. Dengan lama antrian yang hanya 12 tahun, kesempatan ini sudah sangat sulit didapatkan oleh jamaah yang baru mendaftar sekarang karena antriannya semakin panjang. Alhamdulillaah akhirnya aku dapat berangkat haji dengan jalur reguler di usia yang masih muda (walaupun berangkat sendiri haha).
Sepertinya cara ayah akan aku tiru untuk keluargaku kelak -- prioritaskan berangkat haji untuk menyempurnakan rukun Islam kita :) Semoga Allah mudahkan.. semoga Allah mampukan..
Jadi info berangkat haji waktu itu aku terima dari chat whatsapp petugas haji. Tiba-tiba ada yang chat, menyampaikan bahwa beliau petugas kemenag, dan menanyakan apakah aku sudah masuk grup wa kecamatan. Aku tentu saja bingung. Kemudian beliau menanyakan apakah aku sudah tau bahwa porsi hajiku masuk untuk berangkat di tahun ini. Aku tentu saja tidak tau. Bahkan awalnya aku pikir ini penipuan haha. Tapi informasi ini ternyata benar dan akupun langsung menginfokan ke keluargku.
Awalnya aku kaget, lalu takut. Hahaa
Entah kenapa ada ketakutan tidak bisa melaksanakan haji dengan optimal kalau berangkat di tahun ini -- inginnya sesuai info sebelumnya saja yaitu berangkat haji tahun depan. Jadi bisa persiapan.
Tapi rasa takutnya mungkin karena ini akan menjadi kali pertama aku melakukan ibadah haji. Semua hal menakutkan jika belum pernah kita lalui. Jadi ya berusaha menerima rasa takut itu dan lebih rasional lagi.
Terbukti alhamdulillah setelah berbicara dengan orang tua rasa takut itu digantikan dengan rasa syukur karena insya Allah dapat segera menjawab undangan Allah.
Dann tentu saja persiapan berangkat haji tidak bisa tanpa drama personal hahaa
Insya Allah bersambung di d's story part 2.
'til next post (:









