Temanya menarik sih. lagi hype banget di jaman sekarang. kalau dulu ada istilah jangan nilai buku dari sampulnya, di jaman sekarang, jangan nilai orang dari profil media sosialnya.
Awal mula tertarik dengan novel ini, karena judulnya. Rasanya relate banget dengan apa yang dipertontonkan oleh pengguna medsos, menebar pencitraan bahagia dan flexingnya.
Novel Happiness Battle, tidak terlalu tebal, namun banyak muatan kisah di dalamnya, dengan alur maju mundur novel ini berisikan berbagai peristiwa dalam kehidupan Mulai dari Persahabatan, kepercayaan, hubungan keluarga, pelecehan seksual, pembunuhan, healing dan menghadapi kenyataan, interaksi sosial sampai dengan saling pamer kebahagiaan di media sosial.
Tokoh favorit : tentu saja Mi-ho, karena sudut pandang yang ditampilkan penulis lebih banyak dari sisi Mi-ho, jadi bisa lebih meresapi dan berempati pada perasaan dan kejadian yang dialami oleh tokoh utama. Tidak selalu sepakat dengan tindakan Mi-ho, tapi itulah manusia yang tidak sempurna pada setiap pola pikir dan tindakannya.
Pesan moral dari novel ...
Banyak banget, tapi yang di highligt sesuai judul, tentang bagaimana orang berlomba-lomba menampilkan kebahagiaannya di media sosial. Yang sebetulnya tidak perlu sampai berbohong atau merugikan orang lain. Setelah membaca dan merefleksi diri, semakin menyadari bahwa setiap orang punya jalan dan kisah masing-masing. Tidak perlu gusar dengan apa yang dipertontonkan orang lain, kita cukup selalu merasa bersyukur dengan apa yang kita miliki.



















