All I’ve Been Through
Banyak orang bertanya “kenapa kamu buat blog padahal tidak ada orang yang membacanya?”. Sebenarnya tujuan ku buat blog bukan untuk dibaca oleh orang lain. Kalau pun ada yang mau baca silahkan karena url blog ini juga aku share di bio IG. To be honest, aku buat blog ini untuk diriku sendiri. Blog ini adalah teman yang akan selalu menjadi tempat ku pulang. Tempat ku bercerita. Tempatku mengabadikan kenangan. Dariku untuk diriku sendiri.
Sudah 6 tahun berlalu sejak hari pertama aku mendapatkan pekerjaan pertama dan sudah 3 tahun berlalu sejak hari terakhir kali aku bekerja di perusahaan kedua. Aku bersyukur dan sangat berterimakasih kepada Tuhan. Terimakasih telah menempatkan aku diperkerjaan yang sekarang. Terimakasih telah membantuku untuk tumbuh dan belajar, dan terimakasih selalu menyertai sekitarku dengan orang-orang yang baik. I couldn’t ask for more. Terimakasih selalu mengingatkanku untuk menjadi orang yang baik untuk diriku, dan untuk orang disekitarku.
Mungkin aku tidak mempunyai cerita yang indah tentang keluarga. Selama ini aku berkutat dengan fikiran yang menjadikan aku sebagai korban. Namun saat ini, aku sudah memaafkan dan merelakan. Aku terus berjalan meninggalkan semua hal buruk. Bersama mereka, aku tertawa, aku menangis, aku berbahagia. Mereka benar, keluarga tidak selalu yang mempunyai hubungan darah dengan kita. Kita belajar, kita tumbuh bersama, kita mendengarkan, kita berbagi. Terimakasih, sudah menguatkan disaat aku ingin menyerah. Terimakasih untuk selalu ikut berbahagia dengan kebahagiaanku. Terimakasih sudah menjadi teman yang baik, menjadi keluarga terbaik yang aku miliki. Terimakasih untuk kenangan yang kita miliki bersama. Terimakasih karena kalian membuat hidupku bahagia. Semua doa terbaikku selalu untuk kalian, semua rasa terimakasih ku untuk bantuan yang tidak bisa aku hitung lagi. I love you guys, more than 3000❤️
Dan rasa terimakasih dan syukur ku untuk dia yang menyayangi dan menerima semua kekuranganku. Menerima dengan pemahaman yang menenangkan. Dia mau belajar bersama, mau bertumbuh bersama. Terimakasih selalu melakukan semua yang terbaik. Dan terimakasih telah menjadi rumah tempatku pulang. Aku lebih daripada bahagia. Terimakasih untuk selalu meyakinkanku bahwa kebahagiaan itu ada. Mari terus berjalan, bersama, saling menyayangi satu sama lain. Terimakasih telah memberi keluarga yang menyayangiku.
The measure of success is happiness and peace of mind - BOBBY DAVRO











