https://breakingid.com/2025/09/16/harga-emas-pecah-rekor-tertinggi-menanti-keputusan-suku-bunga-the-fed/
Harga emas mencatatkan rekor tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir, terdorong oleh pelemahan dolar AS, imbal hasil obligasi yang turun, dan ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed). Keputusan The Fed yang akan diumumkan pekan ini dianggap sebagai titik kunci yang dapat menentukan arah harga emas ke depan. Artikel ini akan membahas faktor-faktor penyebab lonjakan harga emas, analisis teknis dan fundamental, serta skenario yang mungkin muncul pasca-keputusan suku bunga.
Fakta: Rekor Baru Harga Emas
Pada sesi perdagangan Senin (15 September 2025), harga emas spot berhasil menyentuh rekor tertinggi USD 3.685,39 per ons, setelah sebelumnya bergerak naik sekitar 1,1% menjadi USD 3.680,80 per ons.
Harga emas berjangka di Amerika Serikat dengan kontrak pengiriman Desember juga melesat, menunjukkan respons pasar yang kuat terhadap ekspektasi kebijakan moneter.
Kenaikan ini bukan hanya karena faktor teknikal, melainkan juga karena kondisi makroekonomi global dan domestik AS yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan, khususnya di pasar tenaga kerja, sementara inflasi tetap berada di atas target yang diinginkan The Fed.
Faktor Penggerak (“Drivers”) Lonjakan Harga
a. Pelemahan Dolar AS
Indeks dolar (DXY) turun sekitar 0,3% terhadap mata uang utama lainnya, menjadikan emas yang dihargakan dalam dolar AS jadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Pelemahan ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
Dolar yang melemah juga didorong oleh ekspektasi bahwa suku bunga AS akan segera dipotong, mengurangi yield (imbal hasil) aset-aset dolar dan obligasi AS.
b. Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS
Yield pada Treasury AS tenor 10 tahun sedikit tertekan ke bawah. Penurunan imbal hasil ini biasanya membuat emas lebih menarik, karena emas adalah aset yang tidak menghasilkan bunga (non-yielding). Jika bunga dan imbal hasil obligasi tinggi, peluang “cost of carry” atau biaya alternatif memegang emas meningkat, sehingga harga emas tertekan. Namun, saat imbal hasil turun, emas menjadi lebih kompetitif.