Film "Rumah ke Tujuh" rilis di tahun 2002 (it's f*ckin' long time ago), dan sejauh yang gue tau, film ini tidak diapresiasi layak (secara penjualan tiket pastinya), padahal film ini digarap oleh Rudi Soedjarwo, pasca box office everybody's favourite, AADC. Berbanding lurus juga dengan album soundtrack nya, yang memang jazz, apalagi swing jazz, sangat jelas, tidak pernah terlalu common di telinga melayu.
Tapi, persetan dengan asumsi tersebut, album soundtrack ini sangat layak di apresiasi dan eksistensi nya harus dipertahankan, karena, bisa jadi album ini (walaupun mungkin bisa dibilang hampir tak ada pembanding) adalah album swing jazz terbaik Indonesia.
Indra Lesmana dan jazz adalah Oma dan dangdut, tidak tetpisahkan, dan lebih-lebih kecintaan nya ini ditumpahkan dengan sangat-sangat apik di album ini. Mundur sedikit kebelakang, Indra sempat mengeluarkan album comeback dia setelah 'bercinta' teramat mesra dengan pop, bertitel "Reborn" Sebuah album jazz experimental yang juga 'bahaya'.
Kembali ke album soundtrack "Rumah ke Tujuh", Swing jazz dan bigband adalah benang merah yang mewakili album ini. Mengutip Indra Lesmana dalam album notes nya,
"...membuat komposisi big band merupakan salah satu impian saya"
Dan impian tersebut, menghasilkan komposisi orisinal seperti 'mimpi dan rumah ketujuh', 'amazing kind of love' atau 'dua kawan' yang ceria, memberikan nuansa jazz club atau konser jazz dari era 30-50an di New Orleans sampai New York. Ajaibnya, swing jazz dibawakan dengan lirik Indonesia bisa sangat sekeren itu, tidak ada kejanggalan dan memberikan bukti bahwa jazz sangat cair terhadap apapun yang 'menyentuhnya'. Lagu-lagu orisinal tersebut juga tidak terasa asing, bersanding dengan Komposisi jazz standar yang dibawakan ulang dengan sangat baik, terima kasih juga untuk musisi jazz senior kompatriot Indra Lesmana pada era itu seperti Aksan Sjuman, Oele pada gitar dan Mates pada bass, sehingga menghasilkan album yang sepertinya hanya jadi impian para penggemar jazz Indonesia sebelum soundtrack ini dirilis, dan lagi-lagi mengutip album notes yang ditulis Indra Lesmana, tentang mimpinya yang nampaknya mewakili mimpi pendengar dan penggemar jazz tanah air,
"Inilah keajaiban mimpi yang terwujud"
Keep swing it Indra Lesmana!