Bismillaah, mampukan kami yaa Rabb.

seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from China

seen from Türkiye
seen from India
seen from China
seen from China

seen from China
seen from United Kingdom

seen from China
seen from France

seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from Russia
Bismillaah, mampukan kami yaa Rabb.
In This Economy, Istri Harus Bisa Bantu Suami?
Beberapa hari yang lalu ikut kajian zuhur, topiknya seputar fenomena lelaki akhir zaman. Ada satu bagian yang sangat relevan dengan curhatan-curhatan netizen kapan hari soal suami yang minta istrinya bekerja atau istri yang mengambil uang suaminya.
Ustaz yang ngisi kajian bercerita. Ketika ada seorang laki-laki ditanya kriteria istri idaman, "Bagaimana jika istrimu tidak bekerja?"
Kemudian laki-laki itu menjawab, "Ogah banget. Masa dia enak tinggal ongkang-ongkang kaki di rumah kita."
Sadarlah, brother. Kala itu jawabanmu, ada yang salah dengan kelaki-lakianmu (your mainliness, manhood, QOWAM). Perempuan (istri) tidak wajib bekerja. Jangan berkilah.
Semakin besar qawam laki-laki, akan semakin besar ia memberikan nafkah. Sebaliknya, semakin kecil qowam laki-laki, akan semakin pelit.
Qawam adalah kepemimpinan, pengurusan, pendidikan, dan pemberian nafkah seorang suami sebagai kepala keluarga kepada anggota keluarganya, terutama istri.
Kenyataannya, ada laki-laki yang tidak lagi melihat dirinya sebagai figur yang seharusnya bertanggungjawab atas nafkah.
Ketika perempuan mempertanyakan mengapa dia juga harus ikut membantu keuangan keluarga, malah dibilang perhitungan, disuruh cari sugar daddy.
Mengapa jadi terbalik? Kalau alasannya karena 'in this economy', fine! No problem. Tapi, pola pikir 'mewajibkan perempuan ikut menanggung ekonomo rumah tangga' itu tetap keliru. Poinnya bukan soal istri boleh kerja atau tidak, melainkan pola pikir laki-laki yang sudah bergeser. Where is your qowam, brothers?
Bro, tanpa diminta, banyak istri yang dengan senang hati bantu suami. Tapi, jangan terus njagakke (mengandalkan istri).
Yang bener ya memang laki-laki itu bukan hanya sebagai tulang punggung keluarga, ga cuma nyari duit. Suami/ayah hadir sebagai qowam, menuntun, melindungi, dan memberi rasa aman; hadir secara fisik, mental, dan spiritual.
Ketika pola pikir kita hanya tentang uang, kita terjebak dalam kapitalisme sekuler, mengejar uang tanpa makna. Orang jadi mengukur keberhasilan laki-laki dari penghasilannya, bukan dari kepemimpinannya dalam keluarga. Dari situ muncul fenomena fatherless karena sosok ayah sibuk mencari uang dan uang, terjebak dalam produktivitas tanpa batas.
Sekarang, sudah sosoknya jarang di rumah, malah minta istri buat bantu cari nafkah. Di mana harga dirimu bro?
Istri bantu suami? Sudah ada zama Rasulullah SAW. Setiap nafkah yang diberikan secara ikhlas oleh istri untuk keluarganya dicatat sebagai sedekah.
Rasulullah SAW bersabda kepada Raithah binti Abdullah, istri sahabat Abdullah bin Mas'ud RA, yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan suami dan anak-anaknya.
"Kamu memperoleh pahala dari apa yang kamu nafkahkan kepada mereka." (HR Thabaqat Ibnu Sa'ad)
Zainab istri Abdullah RA, ia menafkahi suaminya dan dua anak yatim. Saat bertanya kepada Rasulullah SAW apakah itu termasuk sedekah, beliau menjawab, "Ya, kamu mendapatkan dua pahala" pahala kekerabatan dan pahala sedekah." (HR Bukhari, Muslim, Nasa'i, dan Ahmad)
Seandainya suami terpaksa minta bantuan istri dengan alasan ekonomi, perlu dibicarakan dengan baik. Dengan catatan, tidak ada paksaan dan hal itu tidak menggugurkan kewajiban suami untuk menafkahi.
Untuk yang belum menikah, bicarakan 5 hal ini: Power Plays, Personality, Children (ada/tidak), Mine/Ours (uangku/uangmu?), Debt (utang sebelum pernikaha), Extended Family (keluarga besar).
Isu tentang suami minta istri bantu cari nafkah bukan soal gender equality or women's empowerment. Islam sudah mengajarkan kesetaraan dari dulu.
Perempuan berkontribusi 37% PDB global. Pekerjaan tidak dibayar yang dilakukan oleh perempuan, seperti pekerjaan rumah tangga saja mampu menyumbang US$11 trillion (9% PDB global (UN Women, 2020).
Khadijah binti Khuwailid Seorang komisaris dengan kekayaan dan reputasi yang besar untuk perdagangan yang adil di seluruh Arab. Ia merekrut Nabi Muhammad SAW dan mengirimnya dalam berbagai perjalanan bisnis sebelum kemudian menikah dengannya. Khadijah juga seorang dermawan dan berkontribusi pada berbagai proyek amal.
Syifa' binti Abdullah Ditunjuk sebagai pengawas pasar pada masa Umar bin Khattab RA. Sebuah kewenangan yang biasanya diberikan kepada laki-laki. Tugas pengawas pasar adalah mengontrol jalannya perdagangan agar tertib, tidak terjadi penipuan, kecurangan, riba, dan lain sebagainya.
Zainab binti Muawiyah Sahabat perempuan yang merintis industria rumahan dan menafkahi suami dan anak-anak yatim. Suaminya, Abdullah bin Masud RA seorang buruh serabutan yang menerima upah dari menggembala kambing. Industri yang dirintisnya membuatnya jauh lebih kaya daripada sang suami.
Amrah binti Abdurrahman Ulama perempuan terkemuka yang membangun keunggulan dalam sejarah intelektual dan diakui oleh orang-orang terpelajar. Ia adalah murid Aisyah RA, berpengetahuan luas, dapat diandalkan dalam dekat, dan memiliki ototritas dalam yurispridensi.
Qilat Ummi Bani Anmar Pengusaha sukses yang diberi petunjuk oleh Nabi menyangkut penepatan harga dalam berdagang atau jual-beli.
Ummu Mubasyir Mahir dalam bercocok tanam.
Ummu Salim binti Malhan Berprofesi sebagai make-up artist untuk pengantin.
Zainab binti Jahsy Bekerja dalam bidang industri rumahan penyamak kulit binatang.
Terlibat dalam perang (Ummu Salamah, Ummu Sinam Al-Aslamiyah, Shafiyah binti Huyay. Lailah Al-Ghaffariyah).
The ship has a halal-certified central kitchen with halal-certified ingredients, prayer room with access to Quran, prayer mats, and compass to locate the qibla.
Wealthsimple has announced plans to launch an ETF that will offer investors access to a diversified index of Shariah-compliant stocks.
Investors see the potential as internet majors like Google enter market
The Pew Research Center estimates that Islam will have the largest following among major religions by the end of this century.
Over 1 billion of the world’s 1.7 billion Muslims live in Asia, with around 250 million in Southeast Asia alone - and two thirds of them are under 30. Here are some startups chasing this fast-growing segment.
Islamic Finance Council UK says Britain has failed to deliver on a government commitment to boost the sector
Four Things You Need to Know about Islamic Finance