Inktober Day 22: Trail #inktober2017 #inktober
seen from Türkiye

seen from Spain
seen from United States
seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from China

seen from Spain
seen from France
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
Inktober Day 22: Trail #inktober2017 #inktober
Mahasiswa “akrab” dengan rezim penguasa (?)
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial kembali ramai oleh sebuah peristiwa. Peristiwa itu adalah adanya sebuah kegiatan yang dinamakan Jambore Mahasiswa Nasional di Buperta Cibubur. Konon klaim yang dinyatakan oleh panitia adalah acara tersebut dihadiri 3000 mahasiswa dari berbagai kampus. Tidak jelas siapa yang mengadakan acara ini, tidak ada logo lembaga apapun pada spanduk acara. Tapi kejanggalan jelas terlihat, karena acara yang katanya menjadi ajang konsolidasi justru dibuka oleh 2 menteri dari Kabinet Kerja. Disebutkan dalam rilis berita Republika bahwa Jambore ini dibuka oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Menurut saya ini hal yang luar biasa. Kenapa? Sebuah acara yang bahkan tidak jelas siapa yang mengadakan bisa mendatangkan 2 menteri sekaligus untuk membuka. Ditambah juga ternyata dihadiri oleh kedatangan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menurut berita yang dirilis VIVAnews. Makin jelas kecurigaan siapa yang berada di balik acara jambore ini. Lalu keberjalanan acara tersebut diisi oleh pemberian materi oleh pembicara-pembicara mengenai suatu materi, dengan salah satu pembicaranya adalah Antasari Azhar yang bercerita soal kasus kriminalisasinya. Ternyata materi-materi yang disampaikan pada acara tersebut mengarah pada suatu isu. Sebagian besar materi pada 2 hal, politisasi agama dan SBY. Makin bertambah dan bertambah kecurigaan saya. Bukti-bukti foto yang beredar jelas menunjukkan bagaimana doktrinisasi para pembicara ini kepada mahasiswa
Yang lebih mengherankan lagi adalah apa yang terjadi pada akhir kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut diakhiri dengan adanya sebuah aksi unjuk rasa yang justru diadakan depan rumah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurut berita yang dirilis oleh Kompas. Baru pertama kali, ada sebuah aksi unjuk rasa di depan rumah mantan Presiden RI. Bahkan seorang Soeharto yang pernah dituntut atas rezim Orde Baru, Gus Dur yang dilengserkan oleh MPR, dan Megawati yang dinilai bertanggung jawab atas penjualan aset negara tidak pernah mengalami unjuk rasa di depan rumah pribadi setelah tidak menjadi Presiden. Kenapa SBY? Ada kaitannya kah dengan AHY yang nyalon di Pilkada DKI dan SBY turun gunung? Ada kaitannya materi pada saat Jambore dengan kasus Ahok yang didukung PDI-P partai penguasa saat ini.
Sepanjang perjalanan bangsa Indonesia yang sebentar lagi akan memasuki umur 72 tahun. Pergerakan mahasiswa selalu tidak ‘harmonis’ dengan rezim penguasa, siapapun presidennya, siapapun partai yang berkuasa. Karena hakikatnya pergerakan mahasiswa hadir ketika permasalahan di negara ini belum terselesaikan serta ketika ketidakadilan masih ada dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah yang mengelola negeri ini. Di era Sukarno pergerakan mahasiswa yang paling besar adalah peristiwa Tritura pada 1966 yang menewaskan seorang mahasiwa UI bernama Arif Rahman Hakim, sang pahlawan Ampera. Isu yang dibawa adalah menuntut Pemerintah Soekarno untuk melaksanakan 3 hal yaitu bubarkan PKI, rombak kabinet Dwikora dan turunkan harga sembako. Di era Suharto yang represif terhadap pergerakan, mahasiswa juga tetap melakukan pergerakan mengkritisi pemerintah seperti peristiwa Malari yang mengkritisi penanaman modal asing serta tentu saja aksi reformasi 1998 yang turut serta membuat Soeharto mundur. Begitu juga Presiden Habibie yang masih merasakan gejolak aksi reformasi karena masih dianggap antek Orde Baru dan pertanggung jawabannya tidak diterima MPR
Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur juga merasakan pergerakan mahasiswa terutama saat-saat jelang beliau dilengserkan. Di era Megawati pun tak luput dari aksi mahasiswa akibat privatisasi beberapa BUMN dan harga BBM yang melonjak dari 2500 menjadi 4500 rupiah per liter. Era SBY selama 2 periode juga dilalui dengan begitu banyak aksi mahasiswa, terutama terkait dengan politik “Yoyo” menaikkan dan menurunkan harga BBM, yang paling dikenal adalah tahun 2008 yaitu aksi BEM-SI dengan tuntutan Tugu Rakyat (Tujuh Gugatan Rakyat) menjelang pilpres 2009. Era Jokowi? Sudah terukir jelas aksi serentak Maret 2015, 21 Mei 2015, 28 Oktober 2015, 21 Mei 2016 dan 28 Oktober 2016. Semua aksi tersebut jelas menyuarakan dan menuntut kepada pemerintah dan tidak “akrab: dengan rezim penguasa
Maka sejak kapan mahasiswa bisa begitu “akrab” dengan rezim penguasa seperti mahasiswa-mahasiswa peserta jambore ini? Saya yakin tidak semua mahasiswa seperti itu. Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang beranggotakan BEM kampus besar seperti UI, ITB, IPB, Unpad, UPI, Undip, UGM, UB, ITS, Unsri, Unand dll. sudah mengeluarkan pernyataan sikap bahwa tidak terlibat dalam Jambore tersebut. Semoga mahasiswa-mahasiswa yang ikut jambore tersebut sadar bahwa mereka hanya menjadi alat politik penguasa untuk menekan siapapun yang menganggunya. Maka berhati-hatilah, idealisme harus selalu dijaga, karena mahasiswa tetap menjadi agen perubahan dan kontrol sosial sampai kapanpun. Selama ketidakadilan masih ada di negeri ini, selama itu pula mahasiswa akan terus bergerak mengawal pemerintahan, bukan membela pemerintahan. Semarang, 8 Februari 2017 YAPW
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi dikukuhkan sebagai Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia (KPAI). Pengukuhan dilakukan dalam acara Jambore Ca
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi dikukuhkan sebagai Bapak Komite Pecinta Alam Indonesia (KPAI). Pengukuhan dilakukan dalam acara Jambore Camping Nasional di Camping Ground Kampoeng Kopi Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/9).
Ketua Panitia Jambore Camping Nasional 2025, Budianto Hadinegoro mengatakan, Ahmad Luthfi merupakan figur yang tepat sebagai orangtua KPAI. Sebab, ia mampu menyatukan berbagai komunitas pecinta alam.
Berbagai kebijakan yang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga diarahkan untuk tidak meninggalkan kelestarian alam dan lingkungan.
“Beliau selalu mempromosikan agar kita harus mencintai alam dan menjaga alam. Kita berharap Gubernur Ahmad Luthfi menjadi simbol dari Komite Pecinta Alam Indonesia,” katanya.
JAMBORE Petani Cilik dan Remaja Tani Tahun 2025 digelar oleh Dinas Pertanian Kota Semarang untuk memperkenalkan pertanian sejak usia dini ke
JAMBORE Petani Cilik dan Remaja Tani Tahun 2025 digelar oleh Dinas Pertanian Kota Semarang untuk memperkenalkan pertanian sejak usia dini kepada pelajar dan meregenerasi petani di Kota Semarang.
Tahun ini, tema yang diangkat dalam Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani yaitu ‘Tumbuh Bersama Alam, Cerdas Menjaga Pangan’.
Adapun peserta yang ikut dalam jambore ini terdiri dari perwakilan 16 SD dan 16 SMP se-Kota Semarang.
Konsep Jambore Petani Cilik dan Remaja Tani meliputi perkemahan, pemilihan duta petani cilik dan remaja tani.
Lahmuddin Harap, Jambore jadi Wadah Pembentukan Kader Unggul dan Berkarakter
Hargo.co.id, GORONTALO – Besar harapan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, pelaksanaan Jambore Cabang III Gerakan Pramuka Boalemo tahun 2025 yang dipusatkan di Pantai Bolihutuo, menjadi wadah pembentukan kader unggul dan berkarakter. “Jambore ini harus menjadi momentum membentuk kader unggul dan berkarakter,” tegas Wabup Lahmuddin Hambali, ketika memberikan sambutan sekaligus membuka…
PEMERINTAH pusat dan daerah gelar Apel Siaga dan Jambore Pengendalian Karhutla di Kalimantan Timur, 6–8 Agustus 2025. Kegiatan dipusatkan
PEMERINTAH pusat dan daerah gelar Apel Siaga dan Jambore Pengendalian Karhutla di Kalimantan Timur, 6–8 Agustus 2025.
Kegiatan dipusatkan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklathut Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman, Samarinda.
Momentum ini menjadi ajang konsolidasi lintas sektor untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama jelang puncak musim kemarau.
Karhutla saat ini dikategorikan sebagai bagian dari krisis planet ganda, bersama dengan perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga berpengaruh pada kesehatan masyarakat dan hubungan antarnegara.
Kaltim Rawan Karhutla dan Jadi Contoh Nasional
Berdasarkan data BMKG, kemarau tahun ini tergolong kemarau basah dengan kenaikan suhu 0,3–0,6°C. Curah hujan di Kalimantan Timur selama Agustus–September diprediksi rendah hingga sedang.
WAKIL Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menutup Jambore Cabang IV dan Kemah Budaya VI Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Samosir, Sa
WAKIL Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menutup Jambore Cabang IV dan Kemah Budaya VI Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Samosir, Sabtu (31/5), di halaman Kantor Bupati. Penutupan ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan trofi kepada para pemenang lomba.
Dalam sambutannya, Wabub yang juga selaku Wakil Majelis Pembimbing Cabang (Wamabicab), menggarisbawahi pentingnya karakter tangguh dan berbudaya dalam diri setiap anggota Pramuka.
“Pramuka harus siap di garis depan. Tangguh, tahan uji, menjunjung budaya lokal, dan mampu hidup dalam keberagaman. Di era modern, akar budaya tak boleh tercerabut,” tegas Ariston.
Jambore PKK se- Kabupaten Bulukumba Dibuka Sekda Ali Saleng
BERITA.NEWS, BULUKUMBA – Jambore PKK se- Kabupaten Bulukumba resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Muh Ali. Pembukaan Jambore PKK se- Kabupaten Bulukumba digelar di Lapangan Pantai Merpati, Jumat 13 Mei 2024 kemarin. Kegiatan yang melibatkan PKK dari 10 kecamatan ini akan berlangsung sampai hari Minggu 15 Mei 2024. Ketua TP PKK Bulukumba Andi Herfida Muchtar menyampaikan bahwa Jombore ini merupakan…