#BotakinBrokoli for Shave for Hope
Suatu siang Steny Agustaf, Founder dan Chairman Shave For Hope, mengajak Jempol Digital bertemu. Ternyata ia menceritakan tentang gerakan sosial yang ia miliki bernama Shave For Hope. Ia bercerita banyak mengenai gerakan ini, mulai dari awal kenapa gerakan ini terbentuk hingga angan yang akan dikembangkan bertahun-tahun kedepan. Tahun ini, lebih rumit dibandingkan tahun lalu. Karena tahun ini Ia ingin membuat acara di 4 kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Ia juga bercerita ingin mengajak seorang selebriti. Diharapkan dengan mengajak selebriti, gerakan Shave for Hope ini lebih banyak mendapatkan dukungan nantinya. Steny Agustaf pun membutuhkan bantuan dari Jempol Digital untuk membuat suatu gerakan mendukung seorang selebriti untuk turut serta dalam Shave For Hope. Steny sudah mengajak Eddi Brokoli, namun lebih baik diajak secara lebih organic dibandingkan dia sukarela langsung turut serta.
Jempol Digital pun membuat sebuah strategi. Dimulai dari #BotakinSeleb, dengan tagar ini mulai bertanya selebriti siapa yang ingin mereka lihat jika botak. Banyak nama-nama yang tidak terduga. Eddi pun menjadi salah satu selebriti yang paling diincar. Tagar tersebut cukup menjadi obrolan dibeberapa ‘buzzer’ dan mereka melampirkan foto-foto selebriti yang pernah memotong rambut mereka jadi cepak.
Tagar tersebut berkembang menjadi #StopKriboMerajalela. Sudah sangat jelas dengan tagar ini siapa yang akan dituju. Selama perbincangan di Twitter, Eddi Brokoli menolak dan tidak ingin turut dalam gerakan social tersebut. Tidak lama setelah tagar ini digunakan, akhirnya tagar #BotakinBrokoli pun muncul dan tak henti-henti orang mendukung Eddi Brokoli untuk mencukur rambutnya menjadi botak. Semua orang membicarakan tagar ini, mulai dari orang biasa hingga selebriti lainnya mendukung Eddi melakukan hal gila tersebut demi sebuah gerakan Shave For Hope yang mempunyai misi yaitu mendanai para anak penderita kanker di RS Dharmais.
Tagar #BotakinBrokoli terus menjadi perbincangan. Di kota Bandung, Eddi hadir di tengah-tengah acara. Dia ditantang oleh Steny untuk hadir di konfrensi pers, dan Steny pun menegaskan bahwa jika Eddi Brokoli datang di konfrensi pers maka ia bersedia membotaki rambutnya.
Jakarta 11 September 2013.
Konfrensi Pers dilaksanakan disebuah café daerah SCBD. Disana dijelaskan apa itu YPKAI-C3 (Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia – Community for Children with Cancer, tentang gerakan Shave For Hope, serta fakta-fakta mengenai kanker anak itu sendiri. Saat sesi tanya jawab, ada beberapa wartawan yang menanyakan kesediaan Eddi Brokoli, dan saat itulah Eddi Brokoli maju kedepan dan menyatakan kesediaannya!
15 September 2013,
Shave For Hope Jakarta dilaksanakan di Gandari City. Dimulai dari pukul 10 pagi. Apresiasi yang sangat banyak dari seluruh masyarakat. Hingga saatnya mengeksekusi rambut kribo Eddi Brokoli. Kerumunan peserta hingga pengunjung Shave For Hope terpaku menatap panggung, menunggu kehadiran Eddi. Ia pun hadir ke atas panggung menggunakan baju salah satu klub bola asal Inggris kebanggaannya yang bertuliskan Shave 4 Hope dipunggungnya. Datang bersama keluarganya, lengkap! Istri, anak-anak, orangtua dan mertua. Sedikit perbincangan yang dilakukan diatas panggung. Pelelangan pun dimulai. Dimulai dari Rp 1.000.000 naik cukup cepat. Terus naik hingga mencapai angka 95juta rupiah yang diambil oleh Bapak Windra dari Arsenal Indonesia Suporter. Dan tiba-tiba bapak Irawan Atmosudiro dan bapak Dwi Daryoto menyumbangkan sejumlah uang. Pelelangan rambut kribo Eddi Brokoli pun hingga Rp 160 juta. Tidak lama setelah itu langsung mengeksekusi rambut kribo.
Semua mata tertegun melihat Eddi yang terlihat sangat tegang saat mengenakan jubah cukur. Alat pencukurpun dinyalakan, mulailah mencukur Eddi. Ia terlihat memejamkan mata dan mukanya memerah. Mungkin ia menahan haru. Steny pun setia menemaninya dan sedikit menggodanya. Gemuruh teriakan “Eddi..Eddi..Eddi..” dari para penonton pun menguatkan Eddi Brokoli saat mencukur rambut. Hanya dalam hitungan menit rambut Eddi sudah tercukur plontos.
Shave For Hope 2013 pun sukses dengan total 3318 pencukur dan Rp 1.029.802.000 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Semua donasi yang ada disumbangkan kepada YPKAI-C3, untuk pengobatan adik-adik di RS Dharmais.
Paska pencukuran rambut Eddi, banyak sekali media yang membicarakan dan meliput. Eddi memang dikenal dengan rambut kribonya, tapi demi anak-anak pengidap kanker ia rela menjadi social angel. Eddi menjadi selebriti yang menginspirasi banyak orang.
Jempol buat Eddi dan semua tim Shave for Hope!







