Jumat pagi cara mentari menyapa bumi begitu berbeda. Dengan surya yang tipis memadu warna pagi menjadi rona yang mengerlipkan hati. Bagi seorang muslim rona itu jelasa terasa menenangkan jiwa mengolak rasa. Apakah gerangan yang menjadikannya berbeda? Tak ada syair lebih baik dari perkataan nabi “ Hari terbaik dimana matahari terbit di hari itu adalah hari jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)
Maka dianjurkan bagi seorang muslim membaca surah al-kahfi pada hari itu yang akan menjadikan cahaya pada hari hari berikutnya. Al kahfi mengandung nilai penyerahan seorang hamba atas kuasa sang pencipta. Yang menyerahkan penghambaan kepada Allah semata. Maha mencipta dan menguasa.
Dalam surah yang mulia ini pula terdapat pembelajaran bagaimana sekumpulan pemuda yang ketaatannya melebihi apapun dan menyerahkan segala urusan kepada penciptanya. Dan Allah menunjukkan kuasa pada mereka, tertidur pulas di dalam goa bersama seekor anjing. Terbangunlah mereka pada masa yang mereka tidak mengenali sekeliling, berubah cepat seperti terang menjadi mendung. Dimanakah gerangan? Sampai rasa lapar tiba tiba datang menyergap. Kepasarlah seorang pemuda bermaksud membeli makanan. Terkagetlah ia saat uang yang digunakan tak berlaku lagi karna pergantian masa yang telah lama. Betapa Allah menggambarkan langsung atas kuasa di maharaja. Sekumpulan pemuda mulia bersama seekor anjing. Dan anjingpun ikut mulia bersamanya.
Perbanyak doa, dzikir dan quran agar jumat senantiasa berkah, menjadi cahaya sampai jumat selanjutnya, pelebur dosa dan menjadikan mahluk mahkuk mulia pada sisinya.