A-LIEN
BOOOOOMMMMM !!! Suara ledakan menggelegar di tengah-tengah tanah lapang yang tandus, sebuah lubang yang cukup dalam terbentuk akibat dari benturan sebuah benda asing.
Tak lama, sesosok makhluk berwarna hitam muncul, dia keluar dari benda asing tersebut, makhluk asing itu berwarna gelap, semakin lama semakin gelap, semakin gelap, dan memang gelap karena situasi tersebut terjadi pada tengah malam.
Berhubung gue manusia biasa yang tak lepas dari rasa kepo, gue beranikan diri buat mendekat ke lokasi tersebut dengan perlahan. Gue mengendap-endap, perlahan, gue berhati hati agar tak membuat suara bising, tak sia-sia gue kursus jadi maling selama 6 bulan “pikir gue”.
Beruntungnya, lokasi kejadian tersebut letaknya cukup jauh dari pusat keramaian, tepatnya berada di samping balai kota, bener-bener pemilihan lokasi yang cukup aneh, tak kalah aneh dengan gue yang berada di tengah tanah lapang pada malam hari. Mungkin penyakit tidur sambil berjalan gue kambuh lagi, terakhir kali gue berjalan sambil tidur sejauh 10 kilometer persegi.
Kembali lagi, ketika rasa kepo gue semakin lama semakin kuat, bersamaan dengan mata gue yang langsung melotot karena sebegitu kaget dengan sosok di depan gue...
Sumpah gak keliatan !! gelap banget......
Gue sempet mikir balik kerumah buat ngambil senter, belum sempet berbalik gue terkejut bukan main dengan sosok menyeramkan yang nongol didepan wajah gue tanpa permisi.
Sontak, gue langsung koprol sambil cardio gaya dasar, diikuti dengan sosok wajah oval, mata kecil bundar berwarna hitam menatap gue penuh tanya, sedang apa disini?
Belum sempet gue memaki dia, menggunakan bahasa khas daerah gue, tanpa permisi, gue langsung nonjok tuh muka aneh, pukulan yang gue lancarkan pun tak main-main, pukulan penuh tenaga dan segenap jiwa. Tanpa perlu dijelasin lagi..........
Gue pingsan
Tak lama, gue sadarkan diri, gue belum berani membuka mata sejak penampakan si biji kopi yang nongol secara live di depan muke gue.
Finally, gue coba ngeraba sekitar, gue raba ke kanan, ada setumpuk kertas, ada jaring laba-laba, gue yakini itu adalah kertas revisian gue yang terabaikan sejak masehi silam. Lalu lanjut gue raba ke kiri, sepertinya ada laptop dan sekotak tisu, gue yakini itu adalah laptop gue dan tisu yang gue gunain sebagai perlengkapan nonton drama korea tadi malam.
Fix !! gue yakin ini adalah kamar gue !
Perlahan lahan gue beranikan diri buat buka mata indah gue, perlahan gue buka mata gue, pelan-pelan, dan lagi lagi ! gue refleks teriak sambil ngeludah ke segala arah, karena sosok makhluk aneh itu muncul lagi di depan wajah gue, kali ini dengan ekspresi wajah sange, entah mereka belajar darimana.
Saking keselnya dikagetin terus, akhirnya gue beraniin diri buat berontak, cukup skripsi aja yang nyeremin, lu jangan !
Gue berdiri, gue tunjuk muka dia dan gue tanya, Loe siapa ? napa muka loe kaya biji karet ? sehari berak berapa kali ?
Tampak bingung, makhluk itu malah mainan upil, beberapa hari ini gue emang lupa bersihin upil yang gue tempelin di bawah kasur. Ngeliat kelakuan dia malah kaya gitu, gue semakin geram. Gue ambil tuh upil,
EH ! ini upil gue, ngapain lu mainin, mainin upil lu sendiri !
Spontan gue coba perhatiin ternyata dia kaga punya hidung, kasian banget seumur hidup dia gak pernah ngerasain nikmatnya ngupil “pikir gue” Beberapa saat gue sempet berduka buat sesuatu yang gak penting banget.
Sampai akhirnya......
Bersambung........

















