[Notula Kelas Khadijah] “Hijrahku Karena Allah”
Ditulis oleh: Fajralni Aqsa
Diawali oleh kisah hijrah Teh Pepew sendiri yang kehidupan masa mudanya jauh dari cahaya Islam, yang diawali dari tim cheerleader SMA kemudian menjadi sexy dancer, hingga menjadi pemandu acara di klub2 malam. Banyak pelajaran yang beliau ambil dulu, dimulai dari Allah berikan teh pepew melihat dengan matanya sendiri bahwa temannya satu per satu diambil nyawanya oleh Allah dimulai dari overdosis karena mengkonsumsi narkoba, bermaksiat, dan lain-lain.
Teh Pepew juga memiliki banyak teman yang banyak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, gonta ganti pasangan, dan bersyukur jika ujungnya ada yg menikahinya, tapi ada juga yang berujung bunuh diri karena hancur dirinya tidak perawan lagi.
Begitu kelam masa muda teh pepew, hingga suatu ketika beliau merasa bahwa kejadian yg dialami oleh satu per satu temannya ini tidak bisa dibiarkan berlarut dalam kehidupannya.
Dan beliau berpikir bahwa kehidupan dunia ini apakah hanya seperti ini? Hidup semaunya aturanku? Apakah ini selamanya kehidupanku? Beliau berpikir, dan terus berpikir hingga akhirnya pikirannya pun berkeping-keping karena menemukan bahwa ini bukan kehidupan sesungguhnya, setelah ini masih ada Kehidupan setelah Hidup yakni kampung Akhirat dimana semuanya disana abadi, kesenangan yang abadi, hingga kesengsaraan yang abadi.
Beliau Sadar bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa ada Allah yang mengatur semua ini. Sadar bahwa kita butuh Allah. Sadar bahwa gak bisa begini terus!
Ya langkah pertama, yang Teh Pepew beritahu tentang hijrah adalah Sadar.
Karena tidak mungkin orang yang sedang mabuk karena banyak meminum alkohol sadar ketika dinasehati oleh temannya bahwa minum alkohol ini dapat menyebabkan penyakit, tidak akan masuk nasihatnya karena ia tidak sedang berada dalam kondisi sadar.
Begitupun juga dalam kondisi orang yg koma, tidak akan tahu kalau orang yg sedang menunggunya bilang, "Bangun, bangun" tidak akan tahu pasien tersebut karena tidak sadar. Jadi langkah pertama hijrah, adalah sadar, sadar bahwa kita mesti taubat, dan sadar ini semua akan dipandu oleh Allah.
Selanjutnya, kehidupan setelah hidup di dunia ini beliau ketahui, karena sejak SD sudah mendapatkan pelajaran agama. Namun hanya sekedar tahu, bukan paham. Lantas beliau mulai bertaubat, menyesali perbuatan dahulu hingga akhirnya beliau memutuskan untuk hijrah. Beliau cari lingkungan positif, yang di dalamnya terdapat sekumpulan manusia yang dapat menguatkannya, mengingatkannya dalam kebenaran dan kesabaran, dan pastinya dapat memperbaiki dirinya.
Lantas ketika itu, langkah kedua dalam berhijrah: Beliau bangkit dan segera aksi. Beliau langsung meninggalkan hal yang dilarang dan menjalankan perintah Allah. Beliau bergegas, mendalami ilmunya, mencari komunitas positif dan terus beramal melakukan aktivitas kebaikan yg dengan itu dosa kecil kita bisa tertutupi dengan aktivitas kebaikan kita.
Setelah, sadar, kemudian bangkit langkah selanjutnya adalah istiqomah.
Istiqomah (terus menerus) melakukan kebaikan. Istiqomah mempertahankan kondisi saat ini, yg aman dan nyaman dalam kondisi kita yg sangat dekat dengan Allah. Yang selalu melibatkan Allah dalam setiap aktivitas Kapan ujungnya istiqomah? Istiqomah hingga Khusnul Khotimah.
Itulah makna berhijrah menurut Teh Pepew, berhijrah murni niatkan hanya karena Allah. Karena jika kita berhijrah karena manusia, capek.
“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.” (HR. Al-Bukhari: 52)
Hadits di atas mengingatkan hijrah ya murni karena Allah dan Rasul-Nya. Kalau memang awalnya masih belok niatnya gapapa lanjutkan nanti Allah yang akan meluruskan.
Saat ini sibukkan diri kita untuk memperbaiki diri, terkait jodoh itu perihal nanti. Jodoh yang baik akan mendatangi jodoh yg baik pula. Nanti ia akan tiba pada waktunya dengan skenario Allah yang luar biasa.
Terus perbaiki diri hingga layak menjadi muslimah solihah yang luar biasa, hingga Allah ridho. Ketika Allah sudah ridho, InsyaAllah Allah beri semuanya tanpa kita sadari.
Semangat berhijrah ya salihah.
"Tetaplah tangguh di saat yang lain terjatuh. Tetaplah istiqomah di saat yang lain menyerah. Sebab jalan hijrah memang tidak lebih mudah, tapi pasti.. lebih berkah."
Barakallah...











